Reses di Werba Utara, Badarudin Heremba Serap Puluhan Aspirasi Warga dari Infrastruktur hingga Hak Adat,(Foto/Dok: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari jalur pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Otsus Papua Barat, Badarudin Heremba, melaksanakan Reses ke-II Tahun 2026 di Kampung Werba Utara, Distrik Fakfak Barat, Kabupaten Fakfak, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka. Hadir dalam pertemuan itu tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan, tokoh perempuan, tokoh pemuda, para guru, Kepala Kampung Wurkendik, Kepala Kampung Werba, serta berbagai elemen masyarakat dari wilayah Werba Raya.
Momentum reses ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari kondisi infrastruktur yang belum memadai, pelayanan dasar masyarakat, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan hak-hak masyarakat adat yang dinilai belum terselesaikan secara optimal.
Dalam dialog interaktif tersebut, masyarakat menyoroti kondisi jalan di kawasan Werba yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian serius pemerintah. Warga juga meminta pembangunan jalan produksi yang menghubungkan kawasan perkebunan pala dan kebun masyarakat guna mendukung aktivitas ekonomi para petani.
Selain itu, masyarakat mendesak percepatan penyelesaian ruas jalan Siboru–Werfra yang dinilai sangat penting untuk membuka akses antarwilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Di sektor kesehatan, warga meminta agar rumah sakit rujukan dapat difungsikan sebagaimana mestinya dan bantuan kesehatan dari pemerintah provinsi benar-benar tepat sasaran. Persoalan sengketa lahan dan hak-hak masyarakat adat juga menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian besar dalam forum tersebut.
Bidang pendidikan turut menjadi sorotan. Warga menyampaikan kondisi SD di Kampung Kwuhkandak yang dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian segera. Mereka juga mengusulkan pembangunan sekolah dasar di wilayah antara Nkindik dan Werba Utara, pembangunan laboratorium Bahasa Inggris di SD Wurkendik, serta dukungan terhadap program pendidikan berstandar internasional di wilayah Werba yang dapat menunjang kemampuan bahasa asing generasi muda.
Tak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan Pelabuhan Porum, pembangunan bak induk air bersih di Kwuhkandak, jalur distribusi air menuju Porum, Kiat dan Wurkendik, pembangunan jalan penghubung menuju akses Bandara Siboru, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Werba Raya, serta pembangunan bak air dan fasilitas MCK di SD Wurkendik.
Persoalan air bersih juga menjadi perhatian warga. Mereka mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat sejumlah kampung di Werba Raya yang belum menikmati layanan air bersih secara maksimal, meskipun pengelolaannya berada di bawah Balai Sumber Daya Air (SDA).

Sementara itu, di bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, warga mengusulkan pembangunan pasar rakyat di Fakfak Barat, pasar khusus Mama Papua, pengembangan keterampilan Mama Papua melalui pelatihan anyaman dan pengolahan makanan, serta bantuan peralatan usaha bagi pelaku UMKM Orang Asli Papua yang bersumber dari dana Otsus.
Masyarakat juga mengusulkan program beasiswa atau kuliah gratis bagi sedikitnya 10 anak dari Werba, peningkatan keterwakilan Orang Asli Papua dalam jabatan dan kepangkatan strategis, pengawasan terhadap penggunaan anggaran provinsi yang disalurkan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta langkah-langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Badarudin Heremba menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan dihimpun dan diperjuangkan melalui mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPR Provinsi Papua Barat sesuai kewenangan yang dimiliki pemerintah provinsi.
Menurutnya, reses merupakan sarana penting bagi anggota legislatif untuk mendengar langsung suara rakyat sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini menjadi catatan penting bagi kami. Ini bukan sekadar daftar usulan, tetapi kebutuhan nyata masyarakat yang harus diperjuangkan bersama demi kemajuan Fakfak dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Badarudin.
Ia menambahkan bahwa pembangunan yang berkeadilan harus dimulai dari mendengar suara masyarakat secara langsung, terutama masyarakat kampung yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga tanah, budaya, dan sumber daya daerah.
Menutup kegiatan reses tersebut, Badarudin Heremba kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Fakfak agar menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
“Saya tidak bisa berjanji, tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena tugas kami di DPR adalah memastikan suara rakyat tidak berhenti di forum reses, melainkan menjadi bagian dari agenda pembangunan,” tegasnya.
“Pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang apa yang dibangun, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.” Dengan semangat itulah, berbagai aspirasi warga Werba Utara kini diharapkan dapat menjadi perhatian serius demi terwujudnya pembangunan yang merata dan berkeadilan di Kabupaten Fakfak.
(Penulis: Risman Bauw).
