MANOKWARI,PinFunPapua.com – Kontingen Provinsi Papua Barat yang diwakili Kabupaten Fakfak tampil memukau pada kategori Musik Gereja Nusantara (MGN) dalam ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. Penampilan tersebut tidak hanya mengedepankan kualitas vokal, tetapi juga menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan budaya Fakfak kepada peserta dari seluruh Indonesia.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Fakfak, Rudi Falirat, mengatakan persiapan kontingen dilakukan selama kurang lebih enam bulan. Seluruh peserta menjalani latihan intensif untuk mematangkan harmonisasi lagu, koreografi, hingga konsep penampilan yang mengangkat keberagaman budaya Nusantara.
“Kurang lebih enam bulan kami melakukan persiapan. Kami bersepakat membawakan dua lagu, yakni lagu daerah Batak dan lagu daerah Fakfak,” kata Rudi kepada wartawan di Manokwari.
Ia menjelaskan, konsep penampilan juga dirancang untuk memperkuat pesan keberagaman budaya Indonesia. Saat membawakan lagu Batak, para peserta mengenakan busana adat Batak. Sementara pada lagu kedua, mereka tampil menggunakan batik Papua yang dipadukan dengan berbagai aksesori khas Papua.
“Ketika membawakan lagu Batak kami mengenakan busana Batak, sedangkan pada lagu daerah Fakfak kami menggunakan batik Papua beserta aksesori khasnya. Ini menjadi simbol bahwa keberagaman budaya Indonesia dapat berpadu dalam semangat pelayanan dan pujian kepada Tuhan,” ujarnya.
Menurut Rudi, pemilihan lagu dan busana tersebut bukan sekadar untuk memperindah penampilan di atas panggung. Lebih dari itu, kontingen Papua Barat ingin memperkenalkan identitas budaya Fakfak kepada peserta dan masyarakat dari berbagai provinsi yang hadir dalam Pesparawi Nasional.
Ia menilai budaya Fakfak memiliki nilai sejarah yang kuat dan perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Ini menjadi simbol untuk memperkenalkan budaya Fakfak di ajang nasional. Budaya adalah nilai historis yang harus dihargai dan dijaga oleh generasi muda,” katanya.
Meski mengikuti kompetisi, Rudi menegaskan kontingennya tidak menjadikan gelar juara sebagai tujuan utama. Baginya, memberikan penampilan terbaik merupakan bentuk pelayanan, sedangkan hasil akhir diserahkan kepada Tuhan.
“Sebenarnya target kami adalah memberikan penampilan yang terbaik. Soal hadiah itu adalah pemberian Tuhan. Yang terpenting kami terus memotivasi para penyanyi dan official untuk berlatih maksimal. Kalau nantinya meraih juara, itu merupakan bonus dari Tuhan,” ujarnya.
Kategori Musik Gereja Nusantara menjadi salah satu cabang yang menyedot perhatian dalam Pesparawi Nasional XIV karena memberikan ruang bagi setiap daerah untuk menampilkan pujian dengan sentuhan budaya lokal. Melalui penampilan tersebut, Papua Barat tidak hanya memperlihatkan kemampuan musikal para peserta, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya Fakfak sebagai bagian dari keberagaman Indonesia yang patut dikenal di tingkat nasional.
(Jurnalis : Dhy).
