FAKFAK,PinFunPapua.com – Semangat persaudaraan lintas agama kembali ditunjukkan masyarakat Kabupaten Fakfak melalui kegiatan Wewowo Masjid dan Gereja Maghi yang digelar untuk mendukung pembangunan Masjid At-Taqwa Saharei dan Gereja GKI Bethel Waserat. Kegiatan yang berlangsung di Gedung KONI Fakfak, Selasa (14/7/2026), menjadi simbol nyata kuatnya nilai toleransi yang telah lama mengakar dalam falsafah Satu Tungku Tiga Batu.
Kegiatan bertema “Mari Bersedekah untuk Pembangunan Rumah-rumah Ibadah di Kota Pala Fakfak Tercinta dalam Falsafah Satu Tungku Tiga Batu” itu secara resmi dibuka oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., dan dihadiri Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf. Wahlin Rahman, S.Pd., unsur Forkopimda, Dewan Adat Mbaham Matta, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah yang dilakukan secara bersama-sama merupakan cerminan kokohnya persatuan dan kerukunan masyarakat Fakfak. Menurutnya, semangat saling membantu tanpa memandang perbedaan agama merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga.
Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk mendukung pembangunan maupun rehabilitasi rumah-rumah ibadah melalui alokasi anggaran pada Tahun 2027 sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman menegaskan dukungan penuh Kodim terhadap setiap kegiatan yang memperkuat persatuan, kerukunan umat beragama, serta mendorong pembangunan daerah.
Menurutnya, falsafah Satu Tungku Tiga Batu bukan sekadar semboyan, melainkan fondasi kehidupan masyarakat Fakfak yang mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan.
“Kegiatan ini membuktikan kuatnya toleransi, persaudaraan, dan sinergi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Fakfak. Semangat kebersamaan ini menjadi pondasi dalam menjaga stabilitas serta mempercepat pembangunan Fakfak yang damai, maju, dan sejahtera,” ujar Letkol Inf. Wahlin Rahman.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Kehadiran pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam satu kegiatan menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Fakfak dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Melalui gerakan gotong royong membangun rumah ibadah, masyarakat Fakfak kembali menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah pemisah, melainkan perekat yang memperkokoh persaudaraan dalam bingkai Satu Tungku Tiga Batu.
“Rumah ibadah memang dibangun dengan batu dan semen, tetapi kerukunan dibangun dengan keikhlasan, saling menghormati, dan semangat berbagi. Ketika persaudaraan menjadi fondasi, kedamaian akan tumbuh dan pembangunan akan berjalan beriringan.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
