FAKFAK,PinFunPapua.com – Transformasi pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Fakfak terus bergerak menuju era digital. Melalui inovasi SI CESA (SI Cepat Santun), manajemen rumah sakit tidak hanya menghadirkan sistem pelayanan berbasis teknologi, tetapi juga membangun budaya kerja baru yang mengutamakan kecepatan, kemudahan, dan kepuasan pasien.
Direktur RSUD Kabupaten Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep., M.A.R.S., menegaskan bahwa SI CESA merupakan langkah strategis untuk mengubah pola pelayanan konvensional menjadi pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Yang kami bangun bukan hanya sebuah prosedur kerja. Yang kami bangun adalah budaya pelayanan baru, yaitu pelayanan yang cepat, tepat, mudah diakses, dan berpusat pada kebutuhan pasien,” tegas Farid, Senin (3/8/2026).
Melalui sistem tersebut, peserta BPJS Kesehatan yang telah menggunakan aplikasi Mobile JKN kini dapat melakukan registrasi secara mandiri melalui Anjungan Pendaftaran Mandiri. Pasien hanya perlu melakukan verifikasi biometrik atau memindai barcode, mencetak Surat Eligibilitas Peserta (SEP), kemudian langsung menuju poli tujuan tanpa harus mengantre di loket pendaftaran.
Sementara itu, bagi pasien umum, alur pelayanan juga dibuat lebih sederhana. Proses registrasi dilakukan melalui aplikasi SI CESA, kemudian pasien hanya melakukan verifikasi saat tiba di rumah sakit sebelum melanjutkan ke poli pemeriksaan. Penyederhanaan alur ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu sekaligus memberikan pengalaman pelayanan yang lebih nyaman.
Farid menjelaskan, keberhasilan implementasi SI CESA didukung oleh kolaborasi berbagai unsur di lingkungan RSUD Fakfak, mulai dari petugas pendaftaran, Customer Service, Agen SI CESA, petugas rekam medis, hingga tim teknologi informasi yang mengelola sistem digital secara terintegrasi.
Untuk memastikan inovasi tersebut berjalan optimal, RSUD Fakfak juga menerapkan monitoring dan evaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan terhadap ketepatan waktu pelayanan, tingkat pemanfaatan layanan digital, hingga kepuasan pasien sebagai indikator utama peningkatan mutu pelayanan.
Menurut Farid, SI CESA bukan sekadar proyek jangka pendek ataupun inovasi yang berhenti pada peluncuran aplikasi. Lebih dari itu, sistem ini menjadi fondasi awal transformasi pelayanan kesehatan berbasis digital yang akan terus dikembangkan demi menghadirkan layanan yang semakin profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Sistem yang kami susun ini bukanlah akhir dari sebuah proyek perubahan, melainkan fondasi awal dari transformasi pelayanan digital di RSUD Kabupaten Fakfak,” tuturnya.
Dengan penerapan SI CESA, RSUD Kabupaten Fakfak optimistis mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mengurangi antrean pasien, meningkatkan efisiensi kerja, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.
“Pelayanan yang hebat bukan ditentukan oleh rumitnya sistem, tetapi oleh kemampuannya memudahkan masyarakat. Ketika teknologi digunakan untuk melayani dengan hati, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya.”
( Jurnalis : Risman Bauw).
