FAKFAK,PinFunPapua.com – Menjelang puncak peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua yang akan digelar pada 8 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar ziarah dan silaturahmi ke Situs Bersejarah Kampung Gar, Distrik Furwagi, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan didampingi Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, serta diikuti unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan BUMN, dan instansi vertikal sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah masuknya Islam di Tanah Papua.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah dan doa bersama di Situs Makam Syekh Abdul Gafur, tokoh yang diyakini memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di wilayah Papua. Selanjutnya, rombongan menuju Kampung Gar untuk melaksanakan doa di rumah adat Kepala Kampung Gar yang telah dipersiapkan.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta melaksanakan salat Dzuhur berjemaah, dilanjutkan makan siang bersama, sebelum mengikuti acara seremonial yang berlangsung hangat bersama masyarakat Distrik Furwagi.
Usai kegiatan, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak berkomitmen menjaga keseimbangan seluruh rangkaian peringatan, baik kegiatan yang dipusatkan di Kota Fakfak maupun agenda yang berlangsung di situs-situs sejarah.
“Kegiatan lomba-lomba di kota tetap berjalan, namun kegiatan di situs sejarah tidak kita lupakan. Semua berjalan dengan baik, lancar, dan tanpa hambatan. Tidak ada perbedaan, semuanya berjalan bagus,” ujar Bupati kepada awak media.
Menurut Bupati, hingga dua hari menjelang puncak peringatan, berbagai persiapan teknis telah menunjukkan progres yang menggembirakan.
“Persiapan untuk pelaksanaan puncak kegiatan sudah mencapai sekitar 90 persen. Kami optimistis seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak tengah mempersiapkan penyambutan sejumlah tamu penting yang akan menghadiri puncak peringatan. Di antaranya rombongan Pejabat Gubernur Papua sekitar 17 orang, Pejabat Gubernur Papua Barat, serta para tamu undangan dari berbagai daerah.
Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum bersejarah tersebut sebagai ajang memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai toleransi, sekaligus memperkenalkan Fakfak sebagai daerah yang memiliki jejak sejarah penting dalam perkembangan Islam di Tanah Papua.
Sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya peringatan, Bupati juga menginstruksikan agar seluruh sekolah di Kabupaten Fakfak diliburkan pada hari pelaksanaan puncak kegiatan yang bertepatan dengan hari Sabtu, 8 Agustus 2026. Kebijakan itu diambil agar para pelajar, guru, dan tenaga kependidikan dapat ikut berpartisipasi memeriahkan peringatan yang dipusatkan di Kota Fakfak.
Pemerintah berharap peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat identitas sejarah, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat menjaga kerukunan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Fakfak.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya. Dengan merawat warisan para pendahulu, kita sedang membangun masa depan yang kokoh bagi generasi penerus.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
