FAKFAK,PinFunPapua.com – Personel Kodim 1803/Fakfak dikerahkan untuk mengamankan rangkaian puncak Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua yang dipusatkan di Taman Makruf Amin, Kabupaten Fakfak, Sabtu (8/8/2026).
Pengamanan dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI terhadap kelancaran kegiatan sekaligus memastikan seluruh rangkaian peringatan berlangsung aman, tertib dan kondusif. Personel Kodim ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hadir.
Peringatan 666 tahun masuknya Islam di Tanah Papua menjadi momentum penting bagi masyarakat Fakfak. Selain mengandung nilai sejarah dan keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.
Nilai kebersamaan itu sejalan dengan filosofi lokal “Satu Tungku Tiga Batu”, yang selama ini menjadi simbol kuat kehidupan masyarakat Fakfak dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., mengatakan kehadiran personel Kodim dalam pengamanan merupakan wujud komitmen TNI untuk selalu hadir dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kodim 1803/Fakfak berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung pengamanan Peringatan ke-666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua. Kehadiran personel kami merupakan bentuk dukungan terhadap terciptanya situasi yang aman, tertib dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan khidmat dan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat nilai persaudaraan dan kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Fakfak.
“Momentum peringatan ini bukan hanya memiliki nilai sejarah dan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan, toleransi serta semangat kebersamaan di Kabupaten Fakfak. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Fakfak yang selama ini menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman,” tutupnya.
Pesan sederhana dari momentum ini: sejarah mengajarkan asal-usul, agama mengajarkan kebaikan, dan persaudaraan mengajarkan manusia untuk tetap hidup berdampingan. Di Fakfak, keberagaman bukan alasan untuk terpisah, tetapi kekuatan untuk tetap bersama dalam satu tungku persaudaraan.
(Jurnalis : Risman Bauw).
