Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Fakfak Mengelar Fardhu Kifayah di Masjid Abu Bakar Assiddiq, Kampung Sekru dan Sekru Tuare, Distrik Pariwari., (Foto/dok: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Fakfak tidak hanya mendorong generasi muda memahami ilmu agama secara teori, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan di tengah masyarakat.
Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Fardhu Kifayah yang digelar di Masjid Abu Bakar Assiddiq, Kampung Sekru dan Sekru Tuare, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja PC GP Ansor Kabupaten Fakfak untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan kepada pemuda, remaja, pelajar dan masyarakat mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan agama Islam.
Yang menarik, kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga langsung mengikuti praktik penyelenggaraan jenazah, mulai dari mengkafani, menyalatkan hingga proses penguburan jenazah.
Tiga materi utama diberikan dalam kegiatan tersebut. Materi pertama tentang Fiqih Fardhu Kifayah (Penyelenggaraan Jenazah) disampaikan oleh Ustaz Febi Triantoro Djarkasi.
Selanjutnya, materi kedua berupa praktik Memandikan dan mengkafani jenazah yang dipandu oleh Hasim Yamko. Sementara materi ketiga, yakni praktik menyalatkan dan menguburkan jenazah, dipandu oleh Hasim Yamko bersama Sahabat Al Hamid Biarpruga.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Fakfak, Abu Rumain, mengatakan kegiatan tersebut sangat penting karena fardhu kifayah merupakan bagian dari kewajiban umat Islam yang harus dipahami dan dikuasai, khususnya oleh generasi muda.
“Kegiatan ini sangat penting bagi generasi muda karena tujuannya adalah memberikan dasar pengetahuan dan pemahaman tentang fardhu kifayah, khususnya kepada pemuda, remaja, masyarakat dan adik-adik pelajar yang ada di Kampung Sekru dan Sekru Tuare,” ujar Abu Rumain.
Menurutnya, pemahaman tentang fardhu kifayah tidak cukup hanya diperoleh melalui teori. Peserta perlu diberikan kesempatan untuk melihat sekaligus mempraktikkan secara langsung setiap tahapan penyelenggaraan jenazah.
“Jadi bukan hanya mendapatkan materi, tetapi peserta juga langsung mempraktikkannya. Dengan begitu, ilmu yang diperoleh diharapkan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan ketika dibutuhkan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Abu Rumain menilai keterampilan tersebut penting dimiliki generasi muda. Sebab, ketika terjadi kematian di lingkungan masyarakat, diperlukan orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk membantu proses penyelenggaraan jenazah.
Ia berharap seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat membawa pulang pengetahuan yang diperoleh dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, semua pemuda, remaja dan masyarakat yang mengikuti kegiatan hari ini dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan nyata dan kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Lebih jauh, Abu Rumain mengatakan kegiatan tersebut tidak akan berhenti di Kampung Sekru dan Sekru Tuare. GP Ansor Fakfak berencana mendorong pelaksanaan kegiatan serupa di wilayah lain sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi keagamaan bagi generasi muda.
“Harapan kami ke depan, kegiatan fardhu kifayah ini bukan hanya dilaksanakan di Kampung Sekru dan Sekru Tuare, tetapi bisa dilaksanakan juga di kampung-kampung maupun distrik lainnya di Kabupaten Fakfak,” tegasnya.
Ia menambahkan, GP Ansor Fakfak ingin agar generasi muda tidak hanya menjadi penerima materi keagamaan, tetapi mampu menjadi bagian dari solusi ketika masyarakat membutuhkan tenaga dan pengetahuan dalam pelaksanaan fardhu kifayah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kampung Sekru, pengurus Masjid Abu Bakar Assiddiq, jajaran pengurus dan anggota PC GP Ansor Fakfak, serta pemuda, remaja dan masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, GP Ansor Fakfak menegaskan pentingnya regenerasi pengetahuan keagamaan. Ilmu fardhu kifayah bukan sekadar untuk diketahui, tetapi harus diwariskan, dipahami dan dipraktikkan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
(Jurnalis: Risman Bauw)
