MANOKWARI,PinFunPapua.com – Aksi pencurian yang terjadi di kawasan Pasar Sentral Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai meresahkan para pedagang. Sejumlah peralatan usaha dilaporkan hilang setelah diduga dicuri oleh pelaku yang masuk ke dalam toko dengan merusak bagian ventilasi.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari tokoh pemuda Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kabupaten Manokwari, La Ndima. Ia meminta aparat kepolisian, khususnya Polres Manokwari, segera mengusut kasus tersebut dan menangkap pelaku.
La Ndima menilai aksi pencurian di kawasan pasar tidak hanya menyebabkan kerugian materi bagi pedagang, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidup dari kegiatan perdagangan.
“Kami meminta Polres Manokwari menindak tegas pelaku pencurian tersebut. Aksi seperti ini sangat merugikan para pedagang yang setiap hari berusaha mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata La Ndima kepada wartawan di Manokwari.
Menurut dia, informasi mengenai pencurian tersebut telah beredar di media sosial. Dalam informasi itu, sejumlah pedagang mengeluhkan hilangnya peralatan yang digunakan untuk menunjang aktivitas usaha mereka.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah hilangnya alat-alat penjahit dari salah satu toko. Selain kehilangan barang, bagian ventilasi toko juga dilaporkan mengalami kerusakan yang diduga akibat dibobol oleh pelaku untuk masuk ke dalam toko.
La Ndima menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, pedagang kecil sangat bergantung pada barang dagangan dan peralatan kerja yang mereka miliki untuk memperoleh penghasilan setiap hari.
“Kasihan para pedagang. Mereka mengalami kerugian karena alat-alat yang digunakan untuk bekerja dan mencari penghasilan justru dicuri. Kalau peralatan tersebut hilang, tentu mereka akan kesulitan menjalankan usaha seperti biasanya,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan keamanan di pasar tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil. Pasalnya, apabila aksi pencurian terus terjadi, para pedagang dapat merasa khawatir dan kehilangan rasa aman ketika menjalankan aktivitas ekonomi.
La Ndima berharap kepolisian segera melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Ia juga meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait aksi pencurian agar dapat membantu memberikan informasi kepada aparat penegak hukum.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang dan semakin banyak pedagang yang menjadi korban,” tegasnya.
Ia mengatakan, tindakan tegas dari aparat kepolisian diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada para pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Sentral Sanggeng.
Menurut La Ndima, keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan aktivitas perdagangan. Pedagang membutuhkan kepastian bahwa tempat mereka mencari nafkah dapat memberikan rasa aman, terutama terhadap barang dagangan dan peralatan usaha yang disimpan di dalam toko.
“Pedagang datang ke pasar untuk mencari nafkah. Mereka berharap bisa berjualan dengan aman. Jangan sampai ketika pulang, barang atau peralatan usaha mereka justru hilang,” katanya.
Selain meminta kepolisian mengusut kasus pencurian, La Ndima juga mendorong Pemerintah Kabupaten Manokwari meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasan Pasar Sentral Sanggeng.
Ia menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan fasilitas pasar dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh para pedagang maupun masyarakat.
“Apalagi pasar ini dibangun untuk mendukung aktivitas perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah perlu memperketat pengawasan di kawasan Pasar Sentral Sanggeng agar kejadian pencurian seperti ini tidak kembali terjadi,” ujar La Ndima.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak-pihak terkait dapat memperhatikan aspek keamanan pasar secara lebih serius.
Menurutnya, pasar bukan hanya tempat masyarakat melakukan transaksi jual beli, tetapi juga menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, keamanan kawasan pasar harus menjadi perhatian bersama.
La Ndima juga mengingatkan bahwa aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Sanggeng memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat. Pedagang memperoleh penghasilan dari aktivitas jual beli, sementara masyarakat mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pasar ini menjadi salah satu tempat masyarakat menjalankan roda perekonomian. Karena itu, keamanan harus dijaga bersama. Jangan sampai pedagang merasa tidak nyaman karena takut menjadi korban pencurian,” katanya.
La Ndima mengaku khawatir apabila aksi pencurian terus terjadi tanpa adanya langkah pencegahan yang maksimal. Menurut dia, kondisi tersebut dapat menurunkan rasa aman pedagang dan berpotensi memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar.
“Kalau kejadian pencurian seperti ini terus terjadi, kami khawatir para pedagang tidak lagi merasa nyaman untuk berjualan. Mereka tentu akan berpikir tentang keamanan barang dan peralatan usaha mereka,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan tersebut membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, mulai dari aparat kepolisian, pemerintah daerah, pengelola pasar, hingga masyarakat.
Pengawasan yang lebih baik, menurut dia, diperlukan untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencurian sekaligus memberikan rasa aman kepada pedagang.
“Kita berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah dan aparat keamanan. Jangan menunggu sampai semakin banyak korban baru kemudian dilakukan tindakan,” kata La Ndima.
Ia kembali menegaskan bahwa pedagang harus mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan aktivitas ekonomi mereka.
“Kami mendukung aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Kami juga meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan di Pasar Sentral Sanggeng. Pedagang harus merasa aman karena mereka mencari nafkah untuk keluarga,” pungkasnya.
(Jurnalis : Dhy)
