FAKFAK,PinFunPapua.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Distrik Bomberay dan Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mendapat perhatian serius dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., bersama Bupati Fakfak dan unsur terkait turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak kebakaran, Selasa (22/9/2026).
Peninjauan dilakukan di Kampung Mekar Sari, Kampung Wonodadi Mulia hingga kawasan Bukit Teletabis. Dari lokasi tersebut, rombongan melihat langsung kondisi kebakaran sekaligus membahas langkah penanganan dan pencegahan agar api tidak meluas ke wilayah lainnya.
Diskusi juga melibatkan pemerintah distrik, para kepala kampung, personel TNI-Polri, tokoh masyarakat serta warga. Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca yang panas dan kering meningkatkan risiko munculnya titik api baru.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Fakfak mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan pembakaran sampah. Bara api yang terlihat kecil dapat menjadi ancaman besar ketika tertiup angin dan menjalar ke lahan kering.
“Dalam kondisi cuaca seperti sekarang, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Kami mengimbau agar tidak membakar sampah sembarangan karena api maupun bara dapat terbawa angin dan berpotensi menimbulkan kebakaran di wilayah lain,” ujar Naim.
Kapolres juga meminta para kepala kampung menjadi penghubung informasi kepada masyarakat. Warga diimbau mengumpulkan sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan, termasuk memanfaatkan program pengelolaan sampah yang dijalankan Dinas Lingkungan Hidup.
Menurutnya, Karhutla yang terjadi saat ini harus menjadi pembelajaran bersama. Pencegahan tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi harus dimulai dari langkah sederhana di tingkat rumah tangga dan lingkungan masing-masing.
Kapolres turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla, mulai dari pemerintah distrik, kepala kampung, masyarakat hingga personel TNI yang memberikan dukungan personel dan sarana pemadaman.
Hingga kegiatan berlangsung, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas Damkar, Polsek Bomberay, Yonif TP 808/MM serta masyarakat.
“Api yang kecil bisa menjadi bencana besar jika dibiarkan. Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama.”
Di tengah kondisi cuaca panas dan kering, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah munculnya titik api baru. Tidak membakar sampah sembarangan, memastikan bara benar-benar padam dan segera melaporkan setiap titik api merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah Karhutla meluas.
Sebab, mencegah kebakaran jauh lebih mudah daripada memadamkan bencana yang telah terlanjur membesar.
(Jurnalis : Risman Bauw).
