FAKFAK,PinFunPapua.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), keluarga besar Kodim 1803/Fakfak memilih mengawali momentum tersebut dengan doa dan rasa syukur.
Doa bersama digelar personel Kodim 1803/Fakfak di Masjid Nurul Idzati Kodim 1803/Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., para perwira dan anggota Kodim 1803/Fakfak, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIV Kodim 1803, Ny. Bia Wahlin, serta anggota Persit.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah yang diikuti personel dan keluarga besar Kodim 1803/Fakfak. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dalam suasana penuh khidmat.
Doa bersama menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pengabdian TNI selama 81 tahun. Di saat yang sama, seluruh keluarga besar Kodim 1803/Fakfak memanjatkan doa agar para prajurit senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Bagi keluarga besar Kodim 1803/Fakfak, kegiatan tersebut bukan sekadar rangkaian menjelang HUT TNI. Doa bersama juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan, kekeluargaan dan soliditas antara prajurit dengan keluarga besar Persit Kartika Chandra Kirana.
Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., mengajak seluruh anggota menjadikan momentum HUT ke-81 TNI sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi sekaligus meningkatkan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas di wilayah.
“Melalui doa bersama ini, kita memanjatkan rasa syukur sekaligus memohon perlindungan dan kelancaran dalam setiap pelaksanaan tugas. Semoga TNI senantiasa diberikan kekuatan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Momentum tersebut menegaskan bahwa kekuatan prajurit bukan hanya dibangun melalui kesiapan fisik dan profesionalitas, tetapi juga melalui keteguhan hati, kebersamaan dan dukungan keluarga dalam menjalankan setiap tugas pengabdian.
“Pengabdian yang kuat berawal dari hati yang bersyukur. Ketika doa, kebersamaan dan tanggung jawab berjalan bersama, langkah pengabdian akan semakin teguh.”
(Jurnalis: Risman Bauw).
