FAKFAK,PinFunPapua.com – Dari tanah Mbaham Matta, semangat menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila kembali diteguhkan. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di jajaran Korem 182/JO menjadi momentum untuk menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol yang dibacakan dalam upacara, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan pengabdian.
Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di Lapangan Upacara Makorem 182/JO, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Kamis (1/10/2026). Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., bertindak selaku Inspektur Upacara.
Upacara berlangsung khidmat dan tertib. Seluruh rangkaian diikuti para Perwira, Bintara, Tamtama, PNS serta personel jajaran Korem 182/JO.
Rangkaian upacara meliputi penghormatan kepada Inspektur Upacara, pembacaan Teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hingga pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.
Momentum tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bagi jajaran Korem 182/JO, nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada hafalan maupun seremoni. Nilai persatuan, gotong royong, toleransi, keadilan dan kecintaan terhadap NKRI harus tercermin dalam tindakan nyata, terutama dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan bermasyarakat.
Nilai-nilai tersebut juga menjadi landasan bagi prajurit dan PNS Korem 182/JO dalam menjaga disiplin, loyalitas dan tanggung jawab serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Dari Fakfak, semangat itu diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan bersama untuk menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah Papua Barat. Prajurit dan PNS jajaran Korem 182/JO juga diharapkan mampu menjadi teladan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1803/Fakfak, para Kepala Seksi Korem 182/JO, Dansubdenpom XVIII/1-2 Fakfak, serta para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS jajaran Korem 182/JO.
“Pancasila tidak cukup hanya dikenang dalam upacara. Ia harus hidup dalam sikap, tumbuh dalam kebersamaan, dan terlihat dalam setiap pengabdian untuk bangsa dan masyarakat.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
