MANOKWARI, PinFunPapua.com – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., secara resmi membuka Expo Pembangunan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Klasis Manokwari dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 GKI. Kegiatan tersebut diikuti 22 stan yang mewakili sejumlah jemaat di Kabupaten Manokwari.
Expo ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-70 GKI yang tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga menampilkan berbagai aktivitas pelayanan, pembangunan, serta potensi yang dimiliki masing-masing jemaat.
Sebelum pembukaan expo, kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin langsung oleh Pdt. Mesak Ullo. Ibadah tersebut menjadi bagian penting untuk mengawali seluruh rangkaian kegiatan dalam suasana kebersamaan dan persaudaraan sebagai keluarga besar GKI di Tanah Papua.
Selain expo, rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-70 GKI juga diisi dengan kegiatan olahraga, termasuk lari sejauh lima kilometer. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antarjemaat sekaligus meningkatkan partisipasi warga gereja dalam menyukseskan perayaan hari bersejarah bagi GKI.
Pembukaan expo yang diikuti 22 stan tersebut menjadi kesempatan bagi setiap jemaat untuk memperkenalkan berbagai kegiatan pelayanan, program pembangunan, serta kreativitas warga gereja kepada masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan bahwa tema yang diusung dalam perayaan HUT ke-70 GKI, yakni “Menjadi Gereja Pembawa Keadilan, Kedamaian, dan Kesejahteraan”, sangat relevan dengan kondisi serta tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Menurutnya, gereja memiliki peran penting yang tidak terbatas pada penyelenggaraan ibadah dan kegiatan kerohanian. Gereja juga diharapkan mampu mengambil bagian dalam mendorong perubahan sosial, memperjuangkan keadilan, menciptakan kedamaian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai nilai-nilai keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan merupakan bagian penting dari pelayanan gereja yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah kehidupan masyarakat.
“Gereja tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendorong keadilan sosial, menciptakan kedamaian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau umat,” ujarnya.
Dominggus berharap, melalui pelaksanaan Expo Pembangunan GKI Klasis Manokwari, nilai-nilai Kristiani dapat semakin diperkenalkan dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menekankan bahwa expo tersebut dapat menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi yang dikembangkan oleh masing-masing jemaat.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT GKI, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pelayanan gereja dan kehidupan sosial masyarakat di Papua Barat.
Lebih lanjut, Gubernur mengatakan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi memerlukan dukungan lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat.
Dalam konteks tersebut, GKI dinilai memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun kesadaran sosial, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, gereja mempunyai jangkauan pelayanan hingga ke tengah-tengah masyarakat. Karena itu, berbagai program pelayanan yang dilaksanakan gereja dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Dominggus juga mengapresiasi inisiatif Badan Pekerja Klasis GKI Manokwari yang menyelenggarakan Expo Pembangunan sebagai ruang untuk menampilkan berbagai kegiatan dan praktik pelayanan yang dilakukan jemaat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pertukaran pengalaman serta memperkuat kerja sama di antara jemaat, pemerintah, dan masyarakat.
Semangat gotong royong dan kebersamaan, lanjutnya, perlu terus dipelihara agar pembangunan di Tanah Papua dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keikutsertaan 22 stan dalam expo tersebut memperlihatkan adanya partisipasi jemaat dalam mendukung rangkaian perayaan HUT ke-70 GKI. Melalui stan yang disiapkan, masing-masing jemaat memiliki kesempatan untuk memperkenalkan kegiatan pelayanan dan berbagai potensi yang dimiliki.
Expo pembangunan juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan hubungan antarjemaat di lingkungan Klasis GKI Manokwari.
Partisipasi tersebut penting karena gereja tidak hanya bertumbuh melalui pelayanan rohani, tetapi juga melalui keterlibatan aktif umat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.
Dengan adanya ruang untuk menampilkan program dan inovasi, jemaat diharapkan dapat saling belajar mengenai praktik pelayanan yang telah dilaksanakan serta mengembangkan gagasan baru bagi kemajuan gereja.
Penyelenggaraan expo sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pelayanan GKI, termasuk kontribusinya dalam membangun kehidupan sosial, memperkuat nilai persaudaraan, dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat.
Perayaan HUT ke-70 GKI menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pelayanan gereja di Tanah Papua. Melalui tema keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan, seluruh unsur gereja diharapkan terus berperan aktif dalam menjawab kebutuhan umat dan tantangan sosial yang berkembang.
Rangkaian kegiatan yang mencakup ibadah, lari lima kilometer, dan Expo Pembangunan memperlihatkan bahwa perayaan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga ruang untuk membangun kebersamaan dan memperkuat partisipasi jemaat.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap sinergi dengan gereja dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung pembangunan manusia, memperkuat kehidupan sosial, serta menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera.
Melalui Expo Pembangunan GKI Klasis Manokwari, semangat persaudaraan diharapkan semakin tumbuh sehingga gereja dapat terus menjadi terang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Papua Barat maupun Indonesia. (red)
