Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan Saat Mengunjungi Stan Jemaat Syalom Andai. (FOTO : Aufrida Marisan )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Badan Pekerja Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Manokwari mengharapkan seluruh jemaat berpartisipasi aktif dalam Expo Pembangunan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 GKI di Tanah Papua. Dari total 53 jemaat yang berada di lingkungan Klasis Manokwari, sebanyak 22 stan tercatat mengikuti pameran tersebut.
Wakil Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Manokwari, Penatua Bons Rumbruren, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada jemaat yang telah mengambil bagian dengan menyiapkan stan dan menampilkan berbagai kegiatan pelayanan.
Menurutnya, expo tersebut merupakan kesempatan bagi setiap jemaat untuk memperkenalkan program kerja, aktivitas pelayanan majelis jemaat, serta kegiatan berbagai unsur yang selama ini terlibat dalam kehidupan bergereja.
Namun, ia juga berharap agar jemaat yang belum berpartisipasi dapat segera mengambil bagian selama kegiatan expo masih berlangsung.
Penyelenggaraan Expo Pembangunan merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-70 GKI. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., setelah diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Mesak Ullo.
Expo diikuti 22 stan dari jemaat-jemaat di Kabupaten Manokwari dan dijadwalkan berlangsung hingga 26 Oktober 2026, bertepatan dengan perayaan HUT GKI sebagaimana disampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Bons Rumbruren mengatakan Badan Pekerja Klasis memberikan apresiasi kepada jemaat yang telah bersedia menyediakan stan untuk menampilkan berbagai kegiatan pelayanan.
Menurutnya, keterlibatan jemaat sangat penting karena expo bukan sekadar kegiatan pameran, melainkan sarana untuk memperlihatkan perkembangan pelayanan gereja kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, jemaat dapat menunjukkan program yang telah dijalankan oleh majelis jemaat maupun unsur-unsur pelayanan lainnya.
Partisipasi itu juga diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai upaya masing-masing jemaat dalam membangun kehidupan bergereja, meningkatkan keterlibatan umat, serta menjalankan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kemasyarakatan.
Ia menegaskan bahwa Badan Pekerja Klasis menghargai seluruh jemaat, termasuk jemaat yang belum dapat menyediakan stan. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan agar partisipasi dalam kegiatan bersama dapat ditingkatkan pada masa mendatang.
“Dari 53 jemaat ini, kami berterima kasih kepada jemaat-jemaat yang bersedia menyiapkan stan untuk menyampaikan kegiatan-kegiatan jemaat, baik yang dilakukan oleh majelis jemaat maupun unsur-unsur yang ada selama pelayanan. Kami juga berterima kasih kepada jemaat yang belum membuat stan,” demikian inti penyampaian Bons.
Bons menjelaskan, Badan Pekerja Klasis berencana melakukan evaluasi terhadap jemaat yang belum berpartisipasi dalam Expo Pembangunan.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi pengurus klasis dan para ketua jemaat untuk membicarakan berbagai kendala yang menyebabkan sebagian jemaat belum dapat mengambil bagian.
Ia menekankan pentingnya komunikasi antara ketua jemaat, majelis jemaat, dan warga gereja dalam menggerakkan partisipasi umat.
Menurutnya, kegiatan bersama seperti expo membutuhkan dukungan seluruh jemaat agar semangat kebersamaan sebagai satu keluarga besar GKI dapat terus dipelihara.
Bons juga mengingatkan agar keterbatasan dana tidak serta-merta menjadi alasan untuk tidak terlibat dalam kegiatan bersama. Ia berharap setiap jemaat dapat mencari cara sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk berpartisipasi.
Meski demikian, evaluasi yang direncanakan perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi setiap jemaat, termasuk kemampuan keuangan, kesiapan sumber daya manusia, serta kendala teknis yang dihadapi.
Dengan demikian, evaluasi tidak hanya menjadi sarana untuk menilai tingkat partisipasi, tetapi juga untuk menemukan solusi agar seluruh jemaat memiliki kesempatan yang sama dalam mendukung kegiatan klasis.

Badan Pekerja Klasis GKI Manokwari juga menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan lokasi yang dapat dimanfaatkan oleh jemaat yang belum memiliki stan.
Menurut Bons, kesempatan tersebut masih terbuka selama expo berlangsung. Karena itu, jemaat yang belum berpartisipasi diharapkan segera berkoordinasi dengan panitia untuk memanfaatkan tempat yang telah disediakan.
Ia menjelaskan bahwa pembagian lokasi stan sebelumnya telah dilakukan dan panitia juga telah menyiapkan area tambahan apabila masih terdapat jemaat yang ingin mengikuti pameran.
Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga jumlah jemaat yang terlibat dalam expo dapat bertambah sebelum kegiatan berakhir.
Bagi Badan Pekerja Klasis, keikutsertaan jemaat tidak semata-mata diukur dari besar atau kecilnya stan yang dibangun, tetapi juga dari kemauan untuk terlibat, bekerja sama, dan mendukung pelayanan gereja.
Dengan adanya dukungan dari seluruh jemaat, expo diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan berbagai gagasan, pengalaman, dan kreativitas warga gereja.
Lebih lanjut, Bons menegaskan pentingnya menjaga persatuan GKI di Tanah Papua di tengah keberadaan jemaat dan klasis yang tersebar di berbagai wilayah.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan gereja dapat berlangsung di berbagai kabupaten dan provinsi, tetapi seluruhnya tetap menjadi bagian dari satu kesatuan GKI di Tanah Papua.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan expo bukan hanya mengenai pameran atau persaingan ant jemaat, melainkan juga tentang memperkuat identitas, persaudaraan, dan tanggung jawab bersama dalam pelayanan.
Perbedaan kondisi dan kemampuan setiap jemaat, menurut pesan yang disampaikannya, seharusnya tidak menghilangkan semangat untuk bekerja bersama.
Sebaliknya, keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam mengembangkan pelayanan gereja.
Karena itu, ia berharap seluruh ketua jemaat dan majelis jemaat dapat mendorong warganya untuk mengambil bagian dalam kegiatan klasis, baik melalui expo maupun kegiatan lain yang diselenggarakan untuk kepentingan bersama.
Expo Pembangunan GKI Klasis Manokwari menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meramaikan perayaan, tetapi juga memperkuat hubungan antarjemaat dan memperkenalkan berbagai bentuk pelayanan gereja kepada masyarakat.
Selain expo, rangkaian kegiatan menyambut HUT GKI juga mencakup lari lima kilometer dan ibadah bersama.
Dengan waktu pelaksanaan yang masih tersedia hingga 26 Oktober 2026, Badan Pekerja Klasis berharap jemaat yang belum menyiapkan stan dapat segera berkoordinasi dengan panitia.
Partisipasi seluruh jemaat dinilai penting untuk memperkuat kebersamaan dan memastikan bahwa perayaan HUT ke-70 GKI menjadi momentum bersama bagi seluruh warga gereja.
Bons berharap melalui kegiatan tersebut, semangat pelayanan, gotong royong, dan persaudaraan semakin kuat sehingga GKI di Tanah Papua dapat terus menjalankan perannya dalam membangun kehidupan rohani dan sosial masyarakat. (red)
