Dokumentasi Bersama Dua Kelompok Kepanitiaan Musda ke-III KKSBT kabupaten Fakfak, Yang Menyepakati Musda di Gelar Besok Pada Minggu 25 Oktober 2026, Yang di Pimpin Saleh Hindom., (Foto : Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Setelah sempat diwarnai perbedaan dalam pembentukan kepanitiaan, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) III Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur (KKSBT) Kabupaten Fakfak akhirnya menemukan titik temu. Dua kelompok kepanitiaan sepakat melebur menjadi satu kepanitiaan demi menyukseskan agenda organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Aula RRI Fakfak.
Kesepakatan tersebut tercapai melalui proses mediasi yang berlangsung di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Fakfak, Sabtu (24/10/2026). Pertemuan itu mempertemukan kedua kelompok kepanitiaan, termasuk kelompok yang sebelumnya diketuai Fauzan Tukuwain.
Ketua panitia, Saleh Hindom, menyampaikan bahwa hasil mediasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengakhiri perbedaan dan mengutamakan kepentingan bersama dalam tubuh KKSBT.
“Hari ini, kami dari dua kepanitiaan telah sepakat untuk bersatu. Musda tetap dilaksanakan besok, Minggu, 25 Oktober 2026, dengan kepanitiaan yang diketuai oleh saya, Saleh Hindom,” ungkapnya kepada media di Fakfak.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kesepakatan penting yang menjadi dasar pelaksanaan Musda III KKSBT. Pertama, musyawarah tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Kedua, seluruh bakal calon diberikan ruang dan kesempatan untuk diakomodasi dalam proses pencalonan. Ketiga, proses pemilihan tetap berjalan berdasarkan prosedur dan mekanisme organisasi yang berlaku.
Menurut Saleh, kesepakatan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan sekaligus memastikan seluruh tahapan musyawarah berlangsung secara tertib, terbuka, dan mengedepankan kepentingan organisasi.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Seram Bagian Timur, termasuk keturunan Seram yang berdomisili di Kabupaten Fakfak, mulai dari wilayah Karas, Pulau Tiga, hingga Wamosan dan Tanah Rata, untuk menghadiri serta menyukseskan Musda III KKSBT.
“Kami sangat berharap kehadiran seluruh basudara untuk bersama-sama meramaikan dan menyukseskan Musda III ini. Ini rumah kita semua, sehingga mari kita jaga dan sukseskan bersama,” ajaknya.
Saleh menegaskan bahwa undangan untuk hadir tidak hanya ditujukan kepada mereka yang menerima undangan tertulis, tetapi juga kepada seluruh keluarga besar yang telah mendapatkan informasi secara lisan.
“Ini kegiatan kita bersama dan menyangkut kepentingan kita bersama, bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan organisasi dan generasi kita,” tegasnya.
Sementara itu, sesepuh KKSBT, H. Jafar Rumoning, menyampaikan apresiasi kepada Saleh Hindom atas kesediaannya mengambil bagian dalam upaya menyatukan keluarga besar Seram Bagian Timur melalui pelaksanaan Musda III.
Menurut Jafar, perbedaan marga maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkontribusi bagi kerukunan. Baginya, ikatan persaudaraan dan identitas sebagai bagian dari keluarga besar Seram Bagian Timur harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada saudara sekaligus adik saya, Saleh Hindom, yang telah merasa menjadi bagian dari Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur. Walaupun berbeda marga, beliau juga anak Seram Bagian Timur yang memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun dan menjaga kerukunan ini,” ujar Jafar.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat dua kelompok kepanitiaan yang masing-masing memiliki rencana pelaksanaan musda. Namun, setelah dilakukan mediasi oleh Polres Fakfak, kedua kelompok akhirnya sepakat menghentikan perbedaan dan menyatukan langkah dalam satu kepanitiaan di bawah kepemimpinan Saleh Hindom.
Jafar menegaskan bahwa para sesepuh dan orang tua KKSBT telah menyatakan dukungan terhadap kesepakatan tersebut. Karena itu, ia berharap tidak ada lagi persoalan yang menghambat pelaksanaan musda pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Jafar juga mengajak seluruh anggota kepanitiaan yang sebelumnya dipimpin Fauzan Tukuwain beserta seluruh pendukungnya untuk hadir dan berpartisipasi dalam Musda III KKSBT di Aula RRI Fakfak.
“Mari kita berkumpul bersama. Persoalan yang sebelumnya ada telah dibicarakan dalam mediasi di Polres Fakfak. Sekarang tidak ada alasan bagi kita untuk terus terpisah. Mari kita bersama-sama menyukseskan musda ini,” ajaknya.
Jafar turut menyampaikan pesan persatuan dalam bahasa Seram: “Ta Bulik Jadi Woi Sa, Ta Basau Tabateta,” yang dalam penyampaian tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk tetap bersatu dan saling menguatkan dalam persaudaraan.
Bersatunya dua kepanitiaan ini menjadi momentum penting bagi KKSBT Kabupaten Fakfak untuk menunjukkan bahwa perbedaan dapat diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan sikap saling menghargai.
Musda bukan sekadar agenda pergantian atau penetapan kepengurusan, melainkan ruang untuk memperkuat solidaritas, menentukan arah organisasi, serta membangun komitmen bersama demi kepentingan seluruh anggota KKSBT.
Kesepakatan yang telah dicapai diharapkan tidak berhenti pada penyatuan kepanitiaan, tetapi juga diwujudkan dalam proses pencalonan dan pemilihan yang berjalan sesuai mekanisme organisasi, dengan memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh bakal calon.
“Persaudaraan tidak diukur dari seberapa sering kita memiliki pendapat yang sama, tetapi dari seberapa besar kesediaan kita untuk kembali duduk bersama ketika perbedaan datang. Sebab, organisasi yang kuat bukanlah organisasi tanpa perbedaan, melainkan organisasi yang mampu menyelesaikan perbedaan tanpa kehilangan persaudaraan.”
Dengan semangat tersebut, seluruh keluarga besar KKSBT diharapkan menjadikan Musda III sebagai titik awal mempererat kembali hubungan kekeluargaan, memperkuat persatuan, dan menjaga kehormatan organisasi di Kabupaten Fakfak.
Bersatu dalam persaudaraan, bermusyawarah dalam perbedaan, dan melangkah bersama demi masa depan KKSBT.
(Jurnalis : Risman Bauw).
