MANOKWARI,PinFunPapua.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menggelar apel pasukan Operasi Patuh Mansinam 2026, Senin (26/10/2026). Operasi yang berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026 ini difokuskan pada peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya.
Brigjen Pol Sulastiana menegaskan,
Apel gelar pasukan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta keterpaduan antarinstansi yang terlibat dalam pelaksanaan operasi.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Mansinam 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan”katanya.
Tema tersebut menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak cukup diwujudkan melalui penindakan hukum semata. Diperlukan kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama antara kepolisian dan masyarakat.
“Kepatuhan berlalu lintas tidak dapat dibangun hanya melalui penindakan. Yang kita bangun adalah kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama antara polisi dan masyarakat dalam menciptakan keselamatan di jalan,”tegasnya.
Evaluasi pelaksanaan Operasi Patuh Mansinam 2025 menjadi salah satu dasar pelaksanaan operasi tahun ini. Berdasarkan data yang disampaikan dalam apel, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2025 tercatat sebanyak lima kejadian, turun dibandingkan 2024 yang mencapai delapan kejadian.
Jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan, dari tiga orang pada 2024 menjadi satu orang pada 2025.
Sementara itu, kerugian material dilaporkan turun dari Rp 15,100 rupiah pada 2024 menjadi Rp 7 juta rupiah pada 2025.
Di sisi lain, penindakan pelanggaran lalu lintas pada 2025 tercatat sebanyak 442 pelanggaran melalui tilang manual dan 1.327 pelanggaran yang diberikan teguran.
Data tersebut menunjukkan bahwa penegakan hukum masih diperlukan. Namun, keberhasilan operasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, melainkan juga dari perubahan perilaku masyarakat dan berkurangnya risiko kecelakaan.
Dalam Operasi Patuh Mansinam 2026, seluruh satuan tugas diminta berorientasi pada hasil yang nyata, yakni meningkatnya kepatuhan masyarakat, menurunnya pelanggaran, berkurangnya kecelakaan dan fatalitas korban, serta membaiknya perilaku pengguna jalan.
Sasaran operasi meliputi berbagai potensi gangguan yang dapat memicu pelanggaran, kecelakaan, kemacetan, maupun gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Target operasi mencakup orang, lokasi, barang, benda, dan kegiatan yang ditentukan berdasarkan karakteristik wilayah, hasil deteksi dini, penyelidikan, serta pemetaan lokasi rawan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan.
Pelaksanaan operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui pendekatan edukatif, persuasif, serta humanis. Upaya tersebut didukung penegakan hukum lalu lintas melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile, serta pemberian teguran secara simpatik.
Personel juga diminta melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan, memberikan pembinaan serta penyuluhan keselamatan berlalu lintas melalui media cetak, elektronik, media sosial, dan sarana edukasi lainnya.
Selain itu, edukasi keselamatan berkendara akan menyasar pengguna jalan dan kelompok masyarakat terorganisasi, dengan melibatkan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan Polisi Militer (POM) TNI.
Personel Diminta Jaga Profesionalisme
Dalam amanatnya, pimpinan apel menegaskan bahwa penegakan hukum bukanlah tujuan akhir dari operasi, melainkan salah satu cara untuk membentuk kepatuhan dan melindungi keselamatan masyarakat.
Karena itu, seluruh personel diminta menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan humanis. Pengawasan melekat oleh setiap pimpinan lapangan juga harus dilakukan guna memastikan pelaksanaan operasi berjalan sesuai ketentuan.
Personel diingatkan agar tidak melakukan tindakan arogan, transaksional, maupun perilaku lain yang dapat merusak kepercayaan masyarakat dan menurunkan citra Polri.
“Anggota yang bertugas harus menjadi contoh dalam berlalu lintas, bukan hanya menuntut masyarakat untuk patuh,” demikian penekanan dalam amanat tersebut,”tuturnya.
Melalui Operasi Patuh Mansinam 2026, Polda Papua Barat berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan di wilayah Papua Barat.
(Jurnalis : Dhy).
