FAKFAK,PinFunPapua.com – Pelayanan air bersih di Kabupaten Fakfak masih menghadapi tantangan serius. Di tengah kondisi kekeringan yang berdampak terhadap ketersediaan air, masyarakat masih harus menghadapi distribusi air yang belum berjalan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR2KP) Kabupaten Fakfak, Baharudin La Hadalia, mengatakan peningkatan pelayanan air bersih menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.
Hal itu disampaikannya kepada media di Fakfak, Kamis (29/10/2026). Menurut Baharudin, pola distribusi air yang berlaku saat ini masih jauh dari kondisi ideal karena air hanya mengalir satu hari, kemudian tidak mengalir selama dua hingga tiga hari.
“Kalau kondisi normal, pelayanan kita sekarang satu hari mengalir, dua sampai tiga hari tidak mengalir,” ujar Baharudin.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kesehatan, kebersihan, dan kualitas hidup masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak telah mengajukan sejumlah usulan program kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Usulan itu disampaikan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta Direktorat Jenderal Cipta Karya. Salah satu program yang diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 adalah pembangunan intake atau bangunan pengambilan air baku.
Menurut Baharudin, pembangunan intake diharapkan dapat memperkuat sistem penyediaan air baku sehingga kapasitas pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat ditingkatkan.
Pemerintah daerah pun berharap usulan tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat agar pembenahan sistem distribusi air bersih di Fakfak dapat berjalan secara bertahap dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Target kita ke depan bagaimana pelayanan ini bisa dibalik menjadi tiga hari mengalir dan satu hari tidak mengalir,” katanya.
Peningkatan pelayanan air bersih tidak cukup hanya menjadi agenda pembangunan, tetapi harus diwujudkan melalui sistem distribusi yang lebih andal dan berkelanjutan. Masyarakat membutuhkan kepastian akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan sekadar berharap air mengalir ketika persediaan memungkinkan.
Karena itu, rencana pembangunan intake pada 2027 diharapkan tidak berhenti pada tahap usulan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui dukungan anggaran, pelaksanaan pembangunan, serta pembenahan jaringan distribusi agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
Baharudin menegaskan, peningkatan pelayanan air bersih tetap menjadi salah satu prioritas Dinas PUPR2KP Kabupaten Fakfak karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan kualitas kehidupan masyarakat.
“Air bersih bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar. Sebab, pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan setiap masyarakat dapat menikmati pelayanan yang layak.”
Dengan dukungan pemerintah pusat dan komitmen pemerintah daerah, masyarakat Fakfak diharapkan dapat menikmati pelayanan air bersih yang semakin baik, teratur, dan berkelanjutan.
(Jurnalis : Risman Bauw).
