PinFunPapua.com, Manokwari – Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Papua Barat menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-5 Tahun 2025 pada Sabtu (18/1/2025). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 18 hingga 19 Januari 2025.
Rakerwil ke-5 ini secara resmi dibuka oleh Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Dr. Alwi Rimosan. Dalam sambutannya, Dr. Alwi menyampaikan apresiasi atas peran penting Hidayatullah dalam mendukung pembangunan umat Islam serta bangsa dan negara, khususnya di Provinsi Papua Barat.
“Hidayatullah telah menunjukkan kontribusi, konsistensi, dan manfaat yang signifikan bagi umat Islam, bangsa, dan negara Republik Indonesia, termasuk di Papua Barat,” ungkap Dr. Alwi.
Ia juga menekankan pentingnya peran Hidayatullah dalam membina umat, menyebarkan nilai-nilai agama yang memajukan, mencerahkan, memperkuat ukhuwah Islamiah, serta menjaga toleransi beragama di wilayah Papua Barat.
“Peran besar yang diemban Hidayatullah menjadi harapan kita semua, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia,” tambahnya.
Dr. Alwi juga memuji berbagai upaya yang telah dilakukan Hidayatullah dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial. Menurutnya, DPW Hidayatullah Papua Barat telah aktif berkontribusi melalui program-program berbasis masjid, pengajian, dan pendidikan yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Hidayatullah telah berpartisipasi dalam memajukan pendidikan dan membina sumber daya manusia (SDM), terutama generasi muda di Papua Barat, demi kemajuan bangsa dan negara,” jelasnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Hidayatullah atas dukungannya terhadap pemerintah melalui program pendidikan, dakwah, dan sosial.
Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat, Hasdar Ambal, menjelaskan bahwa Rakerwil ke-5 ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memperkuat program kerja yang belum terlaksana pada tahun 2024. Selain itu, rapat ini juga menjadi momentum untuk merancang program-program strategis untuk lima tahun ke depan.
“Rakerwil ini diharapkan dapat menuntaskan program yang belum terlaksana serta mengoptimalkan pelaksanaan program kerja periode 2025–2029,” kata Hasdar.
Ia menambahkan bahwa prioritas utama Hidayatullah Papua Barat adalah meningkatkan kegiatan di bidang pendidikan, dakwah, ekonomi, sosial, dan pengembangan SDM. Fokus ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah-daerah pelosok.
“Kami melihat masih banyak anak-anak Muslim yang belum bisa membaca dan menulis. Kehadiran Hidayatullah diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat setempat,” ujarnya.
Hasdar juga menyoroti permintaan masyarakat di daerah Fakfak, khususnya di Kampung Gar, untuk membangun pesantren di wilayah tersebut. Menurutnya, kebutuhan akan fasilitas pendidikan Al-Qur’an di daerah-daerah terpencil menjadi tantangan besar yang perlu segera diatasi.
“Melalui Rakerwil ini, kami akan menyusun program-program yang mampu menjawab keresahan dan kebutuhan masyarakat, terutama di daerah pelosok. Ini adalah bagian dari upaya meningkatkan SDM di Papua Barat,” pungkas Hasdar.
Dengan pelaksanaan Rakerwil ke-5 ini, DPW Hidayatullah Papua Barat berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun umat dan bangsa, serta menjawab tantangan pendidikan dan sosial di Tanah Papua. ( Dhy)
