MANOKWARI, PinFunPapua.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari resmi mewisuda 152 sarjana hukum angkatan XL dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda yang digelar pada Jumat (31/1/2025). Dalam kesempatan itu, Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum., C.L.A, menekankan pentingnya lulusan yang unggul, peduli, dan berkarakter guna berkontribusi dalam pembangunan Papua Barat.
Filep Wamafma menyampaikan bahwa STIH Manokwari terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan. Upaya tersebut diwujudkan dalam berbagai aspek, seperti peningkatan kualitas dosen melalui studi lanjutan dan pendidikan profesi, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, serta peningkatan sarana dan prasarana kampus.
Saat ini, STIH Manokwari telah memiliki laboratorium hukum, ruang praktik peradilan, multimedia hukum, layanan bantuan hukum, pusat penulisan jurnal dan penelitian hukum, serta perpustakaan berbasis teknologi. Selain itu, kampus ini menjalin kemitraan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk praktik penginputan persidangan kasus korupsi.
Keberhasilan STIH Manokwari meraih akreditasi “Baik Sekali” untuk program studi maupun institusi menjadi bukti keseriusan kampus dalam menyelenggarakan pendidikan hukum berkualitas bagi masyarakat Papua Barat.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, STIH Manokwari telah mengirim tujuh dosen muda untuk melanjutkan studi di berbagai kampus di luar Papua. Selain itu, enam dosen lainnya tengah menempuh pendidikan doktoral.
STIH Manokwari juga membuka akses bagi mahasiswa untuk pengalaman akademik berskala nasional dan internasional. Salah satu program unggulan yang dijalin adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Malaysia, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan global.
Dalam pidatonya, Filep Wamafma menegaskan bahwa lulusan STIH Manokwari harus mampu menjawab tantangan pembangunan Papua, khususnya dalam mewujudkan visi Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif.
Ia mengajak para wisudawan untuk tidak hanya menunggu peluang kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.
“Jangan menunggu pekerjaan itu datang mencari Anda, tetapi Anda sendiri yang berjuang menemukan pekerjaan itu. Semua peluang ada di depan mata,” tegas Filep.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para lulusan untuk menjaga nama baik almamater dengan menghindari perilaku negatif seperti mabuk, berbuat onar, menjadi provokator, berjudi, dan bersikap apatis terhadap pembangunan daerah.
“Berdirilah kokoh sebagai seorang alumni, sebagai sarjana yang siap membangun, sesuai dengan image STIH Manokwari sebagai mitra pemerintah,” tutupnya. (red)
