MANOKWARI, PinFunPapua.com – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, menyoroti kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi pinang, terutama terkait kebersihan lingkungan. Dalam apel pagi yang digelar pada Senin (17/3/2025), ia mengingatkan bahwa budaya makan pinang tidak boleh dijadikan alasan untuk membuang ludah sembarangan.
Menurut Lakotani, kebiasaan masyarakat Papua dalam mengonsumsi pinang merupakan bagian dari budaya yang harus dihormati. Namun, ia menekankan bahwa kebersihan dan ketertiban juga harus diperhatikan.
“Kalau kita makan pinang, jangan sembarangan meludah, apalagi di tempat umum seperti wastafel, bahkan di dalam lift. Kalau satu orang meludah sembarangan, orang lain yang melihat bisa ikut-ikutan. Ini bukan soal budaya, tetapi soal kebersihan dan etika,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga menyoroti adanya sebagian orang yang merasa tersinggung ketika ditegur terkait kebiasaan meludah sembarangan dan berdalih bahwa hal tersebut adalah bagian dari budaya Papua.
“Jangan ajari saya soal budaya makan pinang. Mama saya juga makan pinang, tapi tidak meludah sembarangan. Saat naik pesawat pun, mereka tetap makan pinang tetapi sudah menyiapkan tempat untuk membuang ludahnya,” katanya.
Lebih lanjut, Lakotani menegaskan bahwa budaya tidak boleh dijadikan pembenaran untuk kebiasaan yang merusak lingkungan.
“Tidak ada budaya yang mengajarkan untuk membuat lingkungan kotor dan jorok. Jika seseorang ditegur karena meludah sembarangan, lalu membela diri dengan alasan budaya, maka dia justru sedang menghina budaya Papua. Seolah-olah budaya Papua memperbolehkan orang meludah di lift, di wastafel, dan di tempat umum lainnya. Itu omong kosong!” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan menghormati lingkungan sekitar saat mengonsumsi pinang. “Makan pinang itu budaya, tapi harus tertib, teratur, dan terkontrol. Kalau diberi tahu, jangan marah-marah. Budaya itu bukan untuk mengotori lingkungan,” pungkasnya. (red)
