TELUK BINTUNI, PinFunPapua.com – Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Teluk Bintuni dalam rangka kegiatan Penyaluran Aspirasi dari Unsur Adat, Perempuan, dan Agama. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan peran pemuda dalam pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) serta dukungan terhadap visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni periode 2025–2030.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibui, dan Ketua DPRD Teluk Bintuni, Rumelus Tatuta. Keduanya memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan, di mana Bupati membuka dan menutup acara secara resmi. Dalam kesempatan itu, Ketua MRPB juga menerima langsung aspirasi dari pemuda tujuh suku yang kemudian diserahkan kepada Bupati sebagai simbol sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah daerah.
Ketua MRPB dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur dalam membangun daerah, khususnya melalui pelibatan aktif pemuda sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“MRP hadir untuk menyalurkan suara adat, agama, dan perempuan. Namun kami tidak bisa berjalan sendiri. Peran pemuda adalah jembatan perubahan bagi tanah ini,” ujar Ketua MRP Papua Barat. melalui rilis yang diterima PinFunPapua.com, Minggu (20/04/2025)
Ketua MRPB juga menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan di Tanah Papua hanya dapat diwujudkan apabila semua pihak, terutama generasi muda, mengambil bagian dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai budaya lokal.
Aspirasi dari pemuda tujuh suku secara simbolis diserahkan kepada Ketua MRP Papua Barat, yang kemudian langsung menyerahkannya kepada Bupati Teluk Bintuni. Hal ini mencerminkan semangat keterbukaan dan kolaborasi antara lembaga kultural, legislatif, dan eksekutif dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Dalam pernyataannya, Bupati Yohanis Manibui menegaskan bahwa kunci utama pembangunan daerah terletak pada semangat persatuan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Membangun Bintuni tidak bisa sendiri-sendiri. Kita harus bersatu. Pemuda adalah harapan dan jembatan perubahan Bintuni. Saya berharap keterlibatan aktif pemuda dalam mewujudkan visi besar daerah ini,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah terbuka menerima setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat, khususnya dari kelompok pemuda, sebagai bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Teluk Bintuni yang lebih baik ke depan. Ia juga mengajak DPRD dan MRPB untuk bekerja sama dengan tulus demi kemajuan daerah.
“Politik jangan sampai memisahkan kita semua. Kita adalah anak-anak tujuh suku yang tinggal di dalam satu rumah besar. Jika satu kamar mengalami kesulitan, maka yang lain harus saling membantu,” pesan Bupati Yohanis Manibui.
Kegiatan ini menjadi simbol pentingnya sinergi dan keterbukaan dalam mewujudkan Teluk Bintuni yang adil, damai, dan sejahtera melalui penguatan peran pemuda, pelestarian adat, serta pelibatan semua unsur masyarakat dalam bingkai Otonomi Khusus. (red/rls)
