MANOKWARI, PinFunPapua.com – Setelah resmi pensiun dari jabatan sebagai Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Papua Barat, Oktovianus Mayor, S.Sos., menyatakan komitmennya untuk terus mengabdi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan. Ia menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdiannya, tetapi justru awal untuk lebih dekat melayani umat, baik di gereja maupun di masyarakat luas.
“Setelah saya pensiun, ternyata banyak tugas yang sudah menanti saya. Saya memang aktif di gereja dan saat ini saya menjadi Ketua Tim Pembangunan Gereja, yang masih dalam proses pengerjaan,” ujar Oktovianus Mayor saat ditemui di Manokwari, belum lama ini.
Tak hanya itu, Oktovianus juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kepercayaan untuk memimpin kepanitiaan pembangunan gereja di salah satu jemaat di Biak Utara. Bahkan, ia menyebut bahwa selain melayani gereja, ia juga aktif membantu kegiatan di masjid.
“Jadi mungkin pekerjaan tetap saya sekarang ini adalah melayani gereja dan juga masjid. Itu bagian dari pengabdian saya kepada umat,” ungkapnya.
Meski telah memilih jalur pengabdian non-struktural, Oktovianus Mayor tak menutup kemungkinan kembali terjun ke dunia politik. Beberapa partai politik disebut telah menawarkan dirinya untuk maju dalam kontestasi Pilkada. Namun, ia menegaskan bahwa jika harus kembali ke dunia politik, dirinya hanya ingin berkiprah di tanah kelahirannya, Sorong, Papua Barat Daya.
“Saya sudah sampaikan ke semua partai, saya hanya mau di Sorong, Papua Barat Daya. Saya berasal dari sana dan saya siap mencalonkan diri sebagai Bupati Raja Ampat pada Pilkada tahun 2030,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa selama ini telah mempersiapkan diri, baik dari sisi pengalaman maupun pendidikan, untuk kembali melayani masyarakat melalui jalur pemerintahan. Oktovianus Mayor dikenal publik sebagai tokoh yang pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Fakfak sebanyak dua kali. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal berharga untuk kembali berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah mendatang.
“Hari ini masyarakat dari suku saya sedang menangis. Kami yang dulu membuka daerah ini, mengurus kabupaten dan menentukan lokasi ibu kota, tapi sampai saat ini belum ada satu pun dari suku kami yang menjadi Bupati. Itu jadi motivasi saya,” ujarnya penuh semangat.
Dengan semangat pengabdian dan pengalaman panjang di birokrasi serta pemerintahan, Oktovianus Mayor menjadi salah satu figur potensial yang patut diperhitungkan dalam Pilkada Raja Ampat tahun 2030 mendatang. (Janu)
