MANOKWARI, PinFunPapua.com – Masyarakat dari dataran Isim dan dataran Baimes, Kabupaten Teluk Bintuni, melakukan aksi pemalangan jalan terhadap alat berat yang melintas di ruas jalan Isim-Beimes. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilai tidak memperhatikan kondisi jalan yang sangat rusak di wilayah mereka.
Aksi tersebut terjadi saat sejumlah alat berat dan trek pengangkut solar hendak melintas untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan dari Beimes menuju Bomoi, yang tembus ke wilayah Testega di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf). Bahkan, rombongan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) yang sedang melintas pun turut diberhentikan, dan masyarakat langsung menyampaikan aspirasi mereka kepada perwakilan MRPB.
Anggota MRPB, Pdt. Marthen Bomoi, M.Th, yang berada dalam rombongan tersebut, menjelaskan bahwa masyarakat setempat merasa dianaktirikan karena pembangunan infrastruktur di daerah mereka belum menjadi prioritas.
“Masyarakat hanya meminta agar pemerintah segera mengaspal jalan dari mata jalan dataran Isim hingga dataran Beimes. Jalan itu sudah sangat rusak parah dan belum ada perbaikan yang signifikan, sementara proyek jalan Beimes–Bomoi menuju Testega justru sudah mulai dikerjakan,” ujar Marthen kepada wartawan.
Menurutnya, masyarakat tidak menolak pembangunan jalan baru, tetapi mereka menuntut agar pemerintah tidak mengabaikan kondisi akses jalan utama yang sudah lama mereka keluhkan.
“Mereka biarkan alat berat melintas dengan harapan kami dari MRPB dapat mengawal dan menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah provinsi, khususnya Dinas PUPR,” tambah Marthen.
Warga bahkan mengancam akan melakukan aksi pemalangan total pada bulan Agustus mendatang. Tidak akan ada satu pun alat berat yang diizinkan melintas untuk pengerjaan jalan Beimes–Bomoi hingga Testega jika pemerintah tidak segera memperhatikan permintaan mereka.
“Masyarakat bahkan menyampaikan secara tegas bahwa kalau tidak diperhatikan, lebih baik pemerintah carikan helikopter untuk memuat alat berat itu,” tegasnya.
Marthen Bomoi berharap pemerintah provinsi, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dapat segera merespons aspirasi ini. Ia menekankan bahwa masyarakat Isim-Beimes juga merupakan bagian dari Papua Barat yang sudah memberikan dukungan politik sepenuhnya kepada pemerintah dalam pemilu lalu.
“Harapan saya, sebelum masa jabatan Gubernur berakhir, pembangunan jalan dari Isim, Baimes hingga Merdey dapat diselesaikan. Kalau tidak, pembangunan jalan dari Beimes ke Bomoi, Merdey, dan penghubung Pegaf-Bintuni akan terhambat total,” tutupnya. (red)
