MANOKWARI, PinFunPapua.com – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat resmi melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dimulai sejak 1 Agustus dan akan berlangsung hingga 30 Agustus 2025. Program nasional ini menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) kelas I dan kelas V dengan pemberian vaksin Td (Tetanus dan Difteri), MR (Measles-Rubella), serta vaksin HPV (Human Papillomavirus) yang diberikan secara khusus kepada siswi perempuan.
Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Papua Barat, Hendrik Marisan, menyatakan bahwa pelaksanaan BIAS di wilayah Kabupaten Manokwari telah dijadwalkan dengan baik melalui koordinasi lintas sektor bersama sekolah-sekolah. Ia menegaskan bahwa seluruh sekolah dasar di Manokwari sudah menerima layanan imunisasi.
“Di lapangan, semua sekolah menerima layanan imunisasi. Harapan saya, seluruh anak sasaran dapat diimunisasi tanpa ada penolakan dari orang tua,” ujar Hendrik saat diwawancarai pada Jumat (8/8/2025).
Meski demikian, Hendrik mengakui bahwa masih terdapat beberapa sekolah yang belum dapat melaksanakan imunisasi karena belum adanya persetujuan dari orang tua siswa. Dalam situasi tersebut, pihak puskesmas akan melakukan pendekatan secara langsung kepada keluarga untuk memberikan pemahaman.
“Kalau ada orang tua yang menolak, tetap kita data. Petugas puskesmas akan melakukan koordinasi langsung untuk memberikan edukasi dan pengetahuan kepada orang tua,” jelasnya.
Memasuki minggu kedua pelaksanaan, berbagai kendala teknis masih ditemukan di lapangan. Namun, tenaga kesehatan tetap menjalankan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Untuk sekolah-sekolah yang mengalami hambatan, pelaksanaan imunisasi akan ditunda sementara tetapi tetap dicatat untuk ditindaklanjuti.
“Kalau ada sekolah yang bermasalah, sementara kita lewati dulu tapi tetap didata. Minggu keempat nanti akan kita follow-up untuk menindaklanjuti kendala pada putaran pertama bulan Agustus ini,” tambah Hendrik.
Dari sisi ketersediaan logistik, Hendrik memastikan bahwa stok vaksin untuk mendukung pelaksanaan BIAS di seluruh wilayah Papua Barat dalam kondisi aman. Ia menyebut dua kabupaten yang menjadi fokus pemantauan intensif adalah Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Manokwari Selatan, mengingat kondisi geografis dan tingkat literasi kesehatan yang bervariasi.
“Edukasi harus terus dilakukan, terutama di daerah dengan situasi dan kondisi berbeda, sehingga perlu ada pendampingan khusus,” imbuhnya.
Hendrik menambahkan bahwa keberhasilan Program BIAS sangat bergantung pada kolaborasi antara petugas kesehatan, sekolah, dan dukungan penuh dari orang tua siswa. Ia berharap seluruh anak sekolah di Papua Barat mendapatkan imunisasi secara lengkap agar terlindungi dari penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah.
“Kami ingin cakupan imunisasi terus meningkat. Tujuan akhirnya adalah melindungi anak-anak kita dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi,” pungkasnya.
Program BIAS merupakan salah satu strategi nasional untuk memperkuat sistem imunisasi rutin di Indonesia, khususnya bagi anak-anak usia sekolah, guna menciptakan generasi yang sehat dan tangguh (red)
