MANOKWARI, PinFunPapua.com – Puluhan mahasiswa dan pemuda di Manokwari menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan tunjangan kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (2/9/2025). Aksi berlangsung di depan Perpustakaan Universitas Papua (UNIPA), Jalan Gunung Salju Amban, dan menarik perhatian publik karena dihadiri langsung oleh Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P.
Kehadiran Kapolda di tengah massa menjadi bentuk pendekatan persuasif yang dilakukan Polri untuk mendengarkan secara langsung aspirasi mahasiswa. Aksi tersebut dijaga ketat oleh aparat keamanan, di mana sekitar 600 personel gabungan Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari diturunkan guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan penolakan terhadap kebijakan kenaikan tunjangan DPR. Mereka menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat, terutama di Papua, yang masih menghadapi berbagai tantangan kesejahteraan.
Para pengunjuk rasa mendesak pemerintah untuk lebih fokus memperhatikan kebutuhan dasar rakyat, khususnya peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga medis yang dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan manusia Papua.
Dalam dialognya bersama massa aksi, Kapolda Papua Barat mengingatkan mahasiswa agar tetap menyampaikan pendapat dengan cara yang tertib dan damai. Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dijamin undang-undang, namun tetap harus memperhatikan ketertiban umum.
“Untuk menyampaikan aspirasi tidak perlu melakukan long march menuju perempatan traffic light Makalo. Pemerintah daerah bersama Forkopimda akan menemui mahasiswa untuk mendengar aspirasi secara langsung,” ujar Kapolda.
Ia menambahkan, “Silakan sampaikan pendapat di depan Perpustakaan UNIPA dengan tertib. Negara menjamin hak mahasiswa untuk berpendapat, tetapi mari kita jaga bersama suasana aman dan kondusif di Manokwari.”

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Papua Barat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Aspirasi boleh disampaikan, tetapi lakukan dengan bermartabat, jangan mudah terprovokasi, dan percayakan mekanisme penanganannya kepada pemerintah serta lembaga terkait,” tegasnya
Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar Perpustakaan UNIPA dan wilayah Manokwari secara umum terpantau aman dan terkendali. Aparat kepolisian terus berjaga untuk memastikan kegiatan masyarakat lainnya tetap berjalan normal.
Aksi demonstrasi ini menegaskan bahwa dinamika demokrasi di Papua Barat berjalan aktif, dengan mahasiswa menjadi salah satu motor penggerak kritik sosial. Kehadiran langsung Kapolda Papua Barat dalam aksi tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. (ref/rls)
