MANOKWARI, PinFunPapua.com – Aksi damai gabungan mahasiswa dan masyarakat di Manokwari, Papua Barat, menghasilkan 17 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah daerah dan pusat. Aspirasi tersebut dibacakan oleh Koordinator Lapangan, Yakonias Surune, di hadapan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, saat menemui massa aksi di depan Perpustakaan Universitas Papua (Unipa) dan lampu merah Makalo.
Dalam pernyataannya, Yakonias menegaskan bahwa kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR sangat tidak relevan dengan kondisi sosial masyarakat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi. Ia juga menyoroti berbagai kasus pelanggaran HAM, keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil, hingga persoalan pendidikan dan kesehatan di Papua Barat.
Adapun 17 tuntutan yang disampaikan, di antaranya:
1. Menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR serta pajak baru.
2. Membatalkan UU Cipta Kerja (Omnibus Law).
3. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap institusi Polri.
4. Mengusut tuntas kasus kekerasan, penculikan, dan penghilangan aktivis di berbagai daerah.

5. Menghentikan pemborosan anggaran oleh pejabat negara.
6. Mengakhiri tindakan represif terhadap rakyat.
7. Mengesahkan UU Masyarakat Adat dan membuat regulasi perlindungan hak masyarakat adat Papua Barat.
8. Memberikan sanksi tegas kepada kader partai yang tidak etis dan memicu kemarahan publik.
9. Mengangkat hak-hak politik Orang Asli Papua di tanahnya sendiri.
10. Mengembalikan peran TNI ke barak, bukan pada ranah pengamanan sipil.
11. Mengesahkan dan menegakkan UU Perampasan Aset Koruptor.
12. Menyelenggarakan pendidikan dan kesehatan gratis, serta menolak pemangkasan anggaran di dua sektor vital ini.
13. Menjamin upah layak bagi dosen, guru, tenaga medis, buruh, dan mitra kerja lainnya.
14. Menerbitkan regulasi penjualan pinang khusus Orang Asli Papua.
15. Memberikan beasiswa bagi mahasiswa dan pelajar dari keluarga kurang mampu.
16. Mengadili pelaku pelanggaran HAM di seluruh Tanah Papua.
17. Menghentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merusak sumber daya kehidupan masyarakat Papua.

Menurut Gubernur Dominggus, seluruh poin aspirasi tersebut akan diterima dan diteruskan ke pemerintah pusat sebagai bentuk perhatian terhadap suara mahasiswa dan masyarakat Papua Barat.
Aksi yang digelar di dua titik ini berjalan tertib, aman, dan kondusif hingga berakhir sore hari. Demonstran membubarkan diri dengan damai setelah mendapat jaminan bahwa tuntutan mereka akan diteruskan kepada pemerintah pusat. ( JANU )
