JAKARTA, PinFunPapua.com – Anggota Komisi IX DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat, Obet Ariks Ayok Rumbruren, menegaskan bahwa evaluasi terhadap program Makan Bergizi (MBG) harus dilakukan secara transparan dan terbuka. Hal ini menyusul adanya laporan kasus keracunan makanan di beberapa sekolah di Papua Barat.
Menurut Obet Rumbruren, laporan resmi hanya mencatat empat kasus, namun informasi masyarakat menyebut jumlah siswa yang terdampak lebih banyak. Ia menyatakan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
“Saya sendiri ada rencana turun lapangan untuk mengecek. Kita harus duduk bersama pengelola dapur untuk evaluasi. Jangan menutup-nutupi kesalahan, tetapi harus transparan. Kalau ada kekurangan, segera dilakukan pembenahan,” tegasnya di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
Ia mengingatkan bahwa masyarakat di Papua sempat menolak program MBG. Namun, dengan edukasi dan penjelasan yang baik, sebagian tokoh berhasil meyakinkan masyarakat untuk mendukung. “Kita jangan sampai memberi kesan bahwa program ini gagal. Justru harus diperbaiki agar masyarakat percaya,” ujarnya.
Legislator asal Papua Barat itu menegaskan, merupakan inisiatif Presiden Prabowo untuk anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke agar tumbuh sehat, cerdas, dan pintar. Program ini juga bertujuan meringankan beban orang tua dalam menyiapkan kebutuhan pangan anak-anak sekolah.
“Presiden sangat baik untuk anak-anak Indonesia. Dengan program ini, orang tua tidak perlu repot lagi menyiapkan uang jajan karena makanan sudah diatur,” jelasnya. (red)
