FAKFAK, PinFunPapua.com – Lantai dua Pasar Thumburuni, Fakfak, yang seharusnya menjadi tempat perputaran ekonomi rakyat, kini justru menjadi tempat penuh keluhan dan kekecewaan. Para pedagang sayur mayur yang menempati area tersebut mengeluhkan sepinya pembeli, hingga membuat dagangan mereka kerap tak laku dan terpaksa dibagikan secara cuma-cuma atau bahkan dibuang.
Salah satu pedagang, Ibu Maria Assem, menyuarakan kegundahannya dengan suara penuh harap. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap ekonomi keluarga, Kamis (25/9/2025).
“Kami minta supaya semua pedagang sayur dipusatkan di bawah (lantai satu). Kalau ada pedagang sayur di atas, tolong ditukarkan. Karena kami sudah setengah mati di atas dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam, tapi seribu rupiah pun tidak ada,” ujarnya dengan nada haru.
Ia mengaku, sebagian besar pembeli lebih memilih berbelanja sayur di lantai satu, yang juga dipenuhi pedagang sayur. Ketimpangan ini menyebabkan pedagang di lantai dua kalah bersaing dan kesulitan mendapat pemasukan.
“Kalau pulang, kita rasa mau menangis dalam rumah. Anak-anak minta uang jajan, ongkos ojek ke sekolah, tapi kita mau ambil dari mana? Satu-satunya usaha kami cuma ini,” keluh Ibu Maria, yang mewakili suara puluhan pedagang lainnya.
Perlu Solusi Nyata dari Pemerintah
Pasar Thumburuni dikenal sebagai pusat perdagangan utama di Kabupaten Fakfak. Namun penataan zonasi pedagang yang dinilai tidak merata kini menimbulkan kesenjangan, terutama bagi pedagang kecil seperti penjual sayur.
Para pedagang berharap ada intervensi nyata dari pemerintah daerah maupun pengelola pasar untuk mencarikan solusi terbaik. Salah satu usulan yang mereka ajukan adalah pemindahan seluruh pedagang sayur ke satu lantai, agar tidak terjadi persaingan yang merugikan antar sesama pedagang.
Kondisi ini menjadi alarm sosial dan ekonomi yang patut menjadi perhatian serius, agar denyut nadi ekonomi rakyat kecil di Fakfak tetap bisa bertahan di tengah tantangan zaman. (Risman Bauw)
