MANOKWARI, PinFunPapua.com — Asisten II Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat, Melkias Werinusa, mengapresiasi pelaksanaan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang berlangsung lancar di Papua Barat. Namun, ia juga menyoroti tantangan pertumbuhan ekonomi daerah yang masih tergolong rendah.
Dalam apel rutin yang digelar di halaman Kantor Gubernur Papua Barat pada Jumat (7/11/2025), Melkias menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah atas keberhasilan menyambut dan mendukung agenda kunjungan kerja Wapres ke wilayah Indonesia Timur, khususnya di Provinsi Papua Barat.
“Pelaksanaan kunjungan Wapres berjalan dengan sangat baik dan lancar. Ini berkat kerja sama seluruh unsur pemerintah daerah yang turut berpartisipasi aktif,” ujar Melkias Werinusa dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya menindaklanjuti hasil diskusi dan arahan yang disampaikan selama kunjungan tersebut agar dapat membawa dampak nyata terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua Barat.
Selain membahas hasil kunjungan Wapres, Asisten II juga mengingatkan seluruh pejabat administratif untuk mengikuti kegiatan profiling ISN (Indeks Sumber Daya Manusia) yang akan dilaksanakan mulai 10 November 2025.
“Profiling ini serupa dengan tes kompetensi dan menjadi langkah penting dalam meningkatkan profesionalisme seluruh aparatur pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Melkias menegaskan pentingnya penyelesaian dokumen anggaran tahun 2026 secara tepat waktu dan akurat, terutama dalam hal kelengkapan berkas dan kesesuaian data. Ia menilai bahwa keakuratan dokumen menjadi dasar penting dalam menjamin efektivitas pelaksanaan rencana pembangunan daerah.
“Dokumen anggaran harus diselesaikan dengan teliti dan sesuai jadwal. Keakuratan data menjadi kunci agar perencanaan pembangunan berjalan efektif dan sesuai arah kebijakan pemerintah daerah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Melkias juga menyoroti kondisi pertumbuhan ekonomi Papua Barat yang saat ini hanya mencapai 0,6 persen, jauh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan perlunya upaya serius untuk memperbaiki kinerja ekonomi daerah melalui perencanaan strategis dan koordinasi lintas sektor.
“Kita perlu bekerja lebih keras dan lebih terarah agar pertumbuhan ekonomi Papua Barat bisa meningkat. Sinergi antarorganisasi perangkat daerah harus diperkuat agar kebijakan pembangunan berjalan
tepat sasaran,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan kedisiplinan, mempercepat penyelesaian program kerja, dan memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.
“Setiap tugas harus diselesaikan tepat waktu. Kedisiplinan dan tanggung jawab merupakan kunci untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan kepercayaan publik,” tutup Melkias Werinusa.
Melalui arahan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah perbaikan ekonomi daerah, meningkatkan profesionalisme aparatur, dan memastikan hasil evaluasi kunjungan Wapres Gibran dapat diimplementasikan secara konkret dalam kebijakan pembangunan ke depan.
(JN)
