FAKFAK,PinFunPapua.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Fakfak menggelar agenda silaturahmi bertajuk “Hearing From Friends” bersama para jurnalis se-Kabupaten Fakfak. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini digelar di Coffee Room Kencana, Kamis (8/1/2026).
Agenda tersebut bertujuan untuk menjaring aspirasi serta menyerap gagasan-gagasan segar dari insan pers demi mendorong percepatan pembangunan daerah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Fakfak, La Deny La Ode Badi yang akrab disapa Denny Laode, didampingi jajaran pengurus teras partai.
Dalam sambutannya, Denny Laode menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan para pemangku kebijakan. Menurutnya, partai politik perlu membuka diri terhadap masukan dari insan pers yang setiap hari bersentuhan langsung dengan realitas sosial di lapangan.
“Kami menyadari bahwa membangun Fakfak tidak bisa dilakukan sendiri. Melalui forum Hearing From Friends ini, kami ingin mendengar langsung potret kondisi masyarakat dari kacamata teman-teman jurnalis. Gagasan dan kritik yang konstruktif sangat kami perlukan untuk diperjuangkan dalam kerja-kerja partai ke depan,” ujar Denny Laode di sela-sela diskusi.
Suasana diskusi berlangsung cair dan interaktif. Para jurnalis diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan pandangan serta poin-poin strategis, mulai dari isu ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur, hingga optimalisasi potensi lokal yang dinilai belum tergarap secara maksimal.
Denny Laode menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen Partai Perindo untuk tetap inklusif dan responsif terhadap aspirasi publik. Seluruh gagasan yang dihimpun dalam forum ini, kata dia, akan divalidasi dan diupayakan masuk ke dalam program strategis DPD Perindo Fakfak ke depan.
Sinergi antara partai politik dan insan pers diharapkan mampu menciptakan iklim demokrasi yang sehat di Kabupaten Fakfak, sehingga setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpijak pada kebutuhan dan keinginan masyarakat luas.
“Mendengar aspirasi, menyerap gagasan, membangun daerah,” menjadi semangat yang diusung dalam pertemuan tersebut.(Risman Bauw)
