MANOKWARI, PinFunPapua.com – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, S.I.P., melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Pantai Saubeba, Kampung Saubeba, Distrik Manokwari Utara, Papua Barat, pada Jumat sore. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Menanam Sejuta Pohon Sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Januari.
Dalam keterangannya kepada awak media, Letjen TNI Bambang Trisnohadi menjelaskan bahwa pemilihan mangrove sebagai objek penanaman didasarkan pada nilai strategisnya yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Papua Barat. Mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Menurutnya, ekosistem mangrove berperan besar dalam menjaga stabilitas garis pantai, melindungi wilayah pesisir dari ancaman erosi dan abrasi, serta menjadi habitat alami bagi berbagai jenis biota laut. Keberadaan mangrove juga mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain itu, mangrove memiliki peran penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Hutan mangrove mampu menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca. Papua Barat sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan kawasan mangrove terluas di dunia, dengan luasan mencapai sekitar 500.000 hektare. Oleh karena itu, kelestarian mangrove perlu dijaga dan dikelola secara berkelanjutan.

“Apa yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat kecil. Dari target sejuta pohon, kita baru menanam sekitar 1.500 pohon. Namun kami berharap gema dari kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pelestarian lingkungan di Papua Barat,” ujar Letjen TNI Bambang Trisnohadi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bentuk investasi lingkungan jangka panjang untuk mewujudkan Papua Barat yang lebih hijau, lebih lestari, serta mendukung terciptanya wilayah yang produktif, sehat, dan sejahtera bagi generasi mendatang.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut turut didampingi oleh Panglima Kodam XVIII/Kasuari dan dihadiri oleh Gubernur Papua Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere. Selain itu, hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Barat, masyarakat Kampung Saubeba, serta berbagai elemen terkait lainnya.
Penanaman mangrove dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel Kodam XVIII/Kasuari dan Pramuka Papua Barat. Sebanyak 1.500 pohon mangrove ditanam sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam.
Melalui kegiatan ini, Pangkogabwilhan III bersama seluruh pihak terkait berharap dapat menumbuhkan kepedulian kolektif terhadap lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir Papua Barat, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat hutan mangrove secara berkelanjutan.
(JN)
