MANOKWARI, PinFunPapua.com — Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang akan digelar di Provinsi Papua Barat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Dominggus Mandacan saat menerima audiensi Panitia Hari Pers Nasional (HPN) PWI Papua Barat Tahun 2026 di Manokwari, Jumat (30/1/2026).
Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua PWI Papua Barat Bustam, Ketua Panitia HPN, Sekretaris Panitia HPN, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Barat, Frans Istia.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Dominggus Mandacan mengapresiasi gebrakan yang diinisiasi oleh PWI Papua Barat melalui rangkaian kegiatan HPN Tahun 2026. Menurutnya, peran wartawan tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan dan kelestarian hutan.
“Apa yang diinisiasi oleh PWI Papua Barat sangat baik. Wartawan tidak hanya memberitakan, tetapi juga ikut terlibat dalam aksi nyata menjaga lingkungan dan hutan di Papua Barat,” ujar Dominggus Mandacan.
Ia menilai, kegiatan penanaman pohon yang menjadi salah satu rangkaian HPN 2026 sejalan dengan komitmen dan visi misi Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam menjaga kelestarian hutan serta lingkungan hidup.
“Kegiatan penanaman pohon ini sangat baik. Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan dan hutan Papua Barat. Apa yang dilakukan PWI ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Papua Barat, Bustam, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan Gubernur Papua Barat terhadap pelaksanaan Hari Pers Nasional Tahun 2026 di Papua Barat.
Bustam menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HPN 2026 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengedepankan aksi konkret dan peningkatan kualitas insan pers di Papua Barat.
“Rangkaian kegiatan HPN 2026 di Papua Barat meliputi penanaman pohon, penguatan kompetensi wartawan, serta puncaknya berupa talkshow atau dialog tentang pembangunan Papua Barat yang ramah lingkungan sebagai provinsi konservasi,” jelas Bustam.
Ia menambahkan, inisiatif penanaman pohon dilatarbelakangi oleh berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Sumatera, yang menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam.
“Mengingat kembali bencana alam yang terjadi di Sumatera, kami berinisiatif mengajak semua pihak untuk menjaga lingkungan dan hutan melalui aksi penanaman pohon,” ujarnya.
Selain itu, Bustam menekankan pentingnya peningkatan kompetensi wartawan di Papua Barat, seiring dengan perkembangan teknologi dan tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks.
“Kami juga memandang perlu adanya penguatan kompetensi wartawan, agar insan pers di Papua Barat semakin profesional, berintegritas, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi saat ini,” pungkasnya.
Pelaksanaan Hari Pers Nasional Tahun 2026 di Papua Barat diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan pers nasional, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong pembangunan Papua Barat yang berkelanjutan dan berwawasan konservasi (afh/rls)
