MANOKWARI, PinFinPapua.com – Polda Papua Barat menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Organisasi Kepemudaan (OKP), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta elemen mahasiswa se-Papua Barat, yang berlangsung di Aula Cafe Laut Mansinam Beach Hotel, Kabupaten Manokwari, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, S.IP., M.Si., CRGP., CHCM., CRPP., didampingi Karo Ops Polda Papua Barat Kombes Pol. Erwin Irwan, S.I.K., Dir Intelkam Polda Papua Barat Kombes Pol. Sigit Hariyadi, S.I.K., M.H., serta Dir Samapta Polda Papua Barat Kombes Pol. Franky Samuel Lopulalan, S.I.K. Turut hadir pula para aktivis, perwakilan BEM, OKP, dan gabungan elemen mahasiswa sebanyak 35 orang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kultum oleh Ustad Mutarom dilanjutkan buka puasa bersama, sholat Magrib berjamaah, serta makan malam bersama dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Wakapolda Papua Barat menekankan pentingnya membangun pola sikap dan pola tindak yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Papua Barat. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa dan aktivis memiliki peran strategis sebagai mata, telinga, dan penyambung aspirasi masyarakat.
“Dalam menghadapi fenomena sosial, kita harus menjadi pionir yang memberi nilai kemanfaatan. Rekan-rekan mahasiswa dan aktivis diharapkan dapat menyampaikan aspirasi masyarakat melalui koordinasi yang baik dengan Polda Papua Barat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen mahasiswa dan OKP untuk terus menjaga silaturahmi dan hubungan emosional guna menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis tanpa konflik sosial. Selain itu, ia juga menyoroti peluang pemberdayaan ekonomi kerakyatan, termasuk peran kelompok perempuan di Papua Barat melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakapolda juga menyinggung pentingnya dukungan terhadap program pemerintah pusat, seperti ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang saat ini turut melibatkan TNI dan Polri sebagai bagian dari upaya kolaboratif lintas sektor.
Sejumlah mahasiswa dan aktivis juga menyampaikan berbagai masukan dan pertanyaan, di antaranya terkait akses pengaduan resmi kasus korupsi, pengelolaan SPPG Polri, persoalan pungli dan parkir liar di Pasar Sanggeng, hingga pengelolaan limbah program MBG.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolda menjelaskan bahwa akses data kasus, termasuk korupsi, dapat ditelusuri melalui situs resmi instansi terkait seperti BPK dan kejaksaan. Terkait SPPG, ia menyebutkan bahwa TNI/Polri hanya memfasilitasi lahan dinas karena keterbatasan lokasi dari masyarakat maupun pemerintah daerah.
Sementara itu, pungli dan premanisme, ia menegaskan bahwa Polda Papua Barat saat ini tengah melaksanakan Operasi Pekat untuk memberantas praktik tersebut. Untuk limbah MBG, dijelaskan bahwa limbah yang dihasilkan merupakan limbah organik berbasis pangan lokal dan bahkan dapat dimanfaatkan, salah satunya melalui pengolahan menjadi eco enzyme.
Dalam forum tersebut, para aktivis juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polda Papua Barat dan berharap sinergi serta koordinasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Papua Barat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bingkisan kepada perwakilan BEM, OKP, dan aktivis, dilanjutkan sesi foto bersama. Acara berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. (JN)
