Politeknik Negeri Fakfak, Resmi Mengelar Rapat Kerja Tahunan (RKT) 2026.(Foto: Humas Polinef/PinFunPapua.com).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) melaksanakan Rapat Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2026 selama dua hari, Kamis–Jumat, 26–27 Februari 2026, di Auditorium Gedung Pala.
Kegiatan ini diikuti jajaran pimpinan, para wakil direktur, ketua jurusan dan program studi, kepala pusat, kepala Unit Penunjang Akademik (UPA), ketua kelompok kerja (Pokja), hingga kepala bagian dan subbagian di lingkungan Polinef.
RKT 2026 secara resmi dibuka Direktur Polinef, Muhammad Nur, S.IP., M.Si. Kegiatan diawali dengan pembentukan Steering Committee (SC), presidium sidang, serta pembagian komisi untuk membahas program kerja di masing-masing bidang.
Selama dua hari, peserta melakukan evaluasi capaian tahun sebelumnya sekaligus merumuskan program prioritas dan strategi penguatan kelembagaan untuk tahun 2027. Setiap komisi menyusun rekomendasi yang kemudian dihimpun menjadi dokumen rencana kerja resmi institusi.
Dalam sambutannya, Direktur Polinef menegaskan bahwa RKT merupakan forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat arah kebijakan kampus.
“Rapat Kerja Tahunan ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret yang terukur dan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan dan tata kelola kampus,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarunit kerja agar seluruh program berjalan efektif dan selaras dengan visi Polinef sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Panitia RKT 2026, Festo Andre Hardinsi, S.ST., M.T., menyampaikan bahwa hasil rumusan komisi akan menjadi dasar pelaksanaan program kerja tahun mendatang.
“RKT bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi ruang strategis untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target kinerja dan arah pengembangan Polinef ke depan,” katanya.
Melalui RKT 2026 ini, Polinef menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat budaya kerja profesional, serta mendorong inovasi di setiap lini kelembagaan. (Risman Bauw).
