MANOKWARI, PinFunPapua.com — Kasus pembunuhan yang menewaskan seorang pelajar SMA terjadi di kawasan Pantai Kafiar, Amban Pantai, Kabupaten Manokwari. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIT dan kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP Agung Gumara Samosir, S.Tr.K., S.I.K., saat diwawancarai di lokasi kejadian pada Kamis (05/03/2026) menyampaikan bahwa korban yang meninggal dunia merupakan seorang pelajar kelas II di SMA Negeri 1 Manokwari.
“Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga setelah dilakukan visum di rumah sakit umum tadi malam,” ujar AKP Agung.
Berdasarkan hasil visum sementara dari pihak rumah sakit, korban diduga meninggal dunia akibat luka serius pada bagian leher.
“Dugaan sementara penyebab kematian karena leher korban kemungkinan patah. Namun untuk dilakukan autopsi, pihak keluarga tidak bersedia karena menurut mereka penyebab kematian sudah cukup jelas,” jelasnya.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi kekerasan tersebut.
“Di lokasi kejadian kami menemukan sebuah balok yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban. Selain itu juga ditemukan tas dan pakaian milik korban,” kata Agung.
Polisi juga mengungkap bahwa beberapa barang milik korban dilaporkan hilang usai kejadian.
“Barang milik korban yang diduga diambil pelaku di antaranya handphone dan dompet,” tambahnya.
Saat kejadian, korban diketahui tidak sendirian. Ia berada bersama seorang pelajar perempuan yang juga menjadi korban kekerasan, namun berhasil selamat dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Korban perempuan saat ini masih berada di rumah sakit dan masih dalam kondisi syok, sehingga belum bisa dimintai keterangan secara lengkap,” ujarnya.
Dari pemeriksaan awal, korban perempuan mengalami luka di bagian wajah akibat pukulan serta tendangan di bagian dada dan ulu hati. Korban juga sempat menyampaikan adanya tindakan tidak senonoh yang dilakukan pelaku.
“Dari keterangan sementara, korban perempuan mengaku sempat dipegang pada bagian kemaluannya oleh pelaku,” ungkapnya.
Pihak kepolisian menyebut pelaku diduga hanya satu orang yang mendatangi kedua korban saat mereka sedang duduk di kawasan pantai menjelang waktu berbuka puasa.
Saat ini penyidik mengaku telah mengantongi beberapa nama yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut, namun belum dapat dipublikasikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Kami sudah mengantongi beberapa nama, namun untuk sementara belum bisa kami sampaikan karena masih dalam tahap penyelidikan,” tegasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar lebih berhati-hati saat berada di tempat-tempat sepi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pemuda-pemudi, agar tidak berada di tempat sepi sendirian atau hanya berdua saja. Jika memungkinkan bersama teman-teman lainnya untuk meminimalisir terjadinya tindak pidana,” tutupnya. (JN)
