MANOKWARI, PinFunPapua.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat, Bondan Santoso menyebut konflik di kawasan Timur Tengah hingga kini belum berdampak pada harga bahan pokok di Papua Barat.
Hal itu disampaikan Bondan saat diwawancarai awak media usai apel rutin di Manokwari, Jumat (13/03/2026).
Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi di pasar saat ini masih tergolong normal karena setiap menjelang hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru maupun Idul Fitri selalu terjadi fluktuasi harga.
“Fluktuasi harga memang selalu ada di setiap momen seperti ini. Ada kenaikan tetapi masih dalam batas normal,” ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah komoditas seperti cabai yang sering mengalami kenaikan harga akibat musim hujan serta meningkatnya permintaan masyarakat.
Meski demikian, Bondan menegaskan konflik global baru akan berdampak apabila berkepanjangan dan memengaruhi jalur distribusi logistik dunia, khususnya di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman energi internasional.
“Kalau konflik berkepanjangan tentu bisa berdampak pada biaya transportasi dan BBM. Tapi saat ini belum, karena kapal-kapal kita masih bisa melintas,” jelasnya.
Ia juga menyebut distribusi BBM nasional oleh Pertamina masih berjalan normal sehingga belum memengaruhi harga kebutuhan pokok di Papua Barat.
“Semoga konflik ini tidak berkepanjangan sehingga tidak mempersulit kehidupan masyarakat di berbagai negara,” tandasnya. (JN)
