MANOKWARI, PinFunPapua.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari menggelar rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana Program Studi Ilmu Hukum angkatan ke-41 tahun 2026, yang berlangsung di Aston Niu Manokwari, Jumat (27/03/2026).
Sebanyak 224 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi tersebut, yang terdiri dari 102 lulusan jurusan pidana, 57 jurusan perdata, dan 65 jurusan pemerintahan.
Dari total lulusan tersebut, sebanyak 220 orang meraih predikat sangat memuaskan, sementara 4 orang lainnya memperoleh predikat memuaskan.
Selain prosesi wisuda, STIH Manokwari juga mengumumkan nama-nama mahasiswa terbaik dari masing-masing jurusan. Untuk jurusan pidana, mahasiswa terbaik diraih oleh Silfian Iki, disusul Martilda Yokbet Werbete, dan Yoseph Paskah Permenas Twenty.
Pada jurusan perdata, posisi terbaik diraih Anisa, diikuti Aqlin Adisyela Torey dan Precillia Zean Arfalin Werinussi. Sementara itu, dari jurusan pemerintahan, mahasiswa terbaik diraih Diana Cahya Rumawak, disusul Kelvin Herman Manggaprou dan Muhamad Afdil Aditya Zuriana.
Acara tersebut dihadiri Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, Ketua Yayasan STIH Manokwari Petrus Makbon, Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa STIH Manokwari Eduard Towansiba, unsur Forkopimda Papua Barat, serta para orang tua wisudawan.
Dalam sambutannya, Ketua STIH Manokwari menegaskan bahwa kampus tersebut telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan hukum di tanah Papua sejak berdiri pada 1975.
Ia menyebutkan, alumni STIH Manokwari telah berkontribusi di berbagai sektor, baik di pemerintahan, legislatif, hingga dunia peradilan sebagai hakim, jaksa, maupun praktisi hukum lainnya.
Lebih lanjut, STIH Manokwari terus melakukan pembenahan melalui penguatan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen, serta pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, kampus juga mulai mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga seperti Kejaksaan, Pengadilan, dan Ombudsman.
Dalam bidang pengabdian, STIH Manokwari aktif memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat serta melakukan penyuluhan hukum di berbagai wilayah di Papua Barat.
Ketua STIH juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir jumlah mahasiswa terus meningkat, dengan sebagian besar merupakan penerima beasiswa.
Menariknya, wisuda tahun ini menjadi yang terakhir bagi STIH Manokwari dengan status sekolah tinggi. Ke depan, institusi ini direncanakan bertransformasi menjadi Institut Hukum dan Pembangunan Papua.
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Papua Barat dan Indonesia,” ujarnya. (JN)
