MANOKWARI,PinFunPapua.com- Hilangnya patung burung kasuari yang menjadi salah satu simbol identitas Papua Barat di kawasan Kantor Gubernur memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Kesatria Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat secara tegas mendesak Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di lingkungan kantor tersebut.
Ketua Parjal Papua Barat, Ronald Mambieuw, menilai peristiwa ini bukan sekadar kasus pencurian biasa, melainkan bentuk kelalaian serius dalam menjaga aset daerah yang memiliki nilai simbolis tinggi.
Patung burung kasuari, menurutnya, merupakan representasi kebanggaan masyarakat Papua Barat yang seharusnya mendapat perlindungan maksimal dari pemerintah.
“Ini bukan barang kecil atau sepele. Ini simbol daerah. Kalau bisa hilang begitu saja, berarti ada kelemahan serius dalam pengamanan. Ini harus jadi perhatian serius gubernur,” ujar Ronald kepada wartawan di Manokwari.
Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap seluruh unsur pengamanan, baik dari pihak kepolisian maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di kawasan tersebut.
Ronald mempertanyakan efektivitas sistem penjagaan yang selama ini diterapkan, mengingat lokasi Kantor Gubernur merupakan area vital dengan tingkat pengawasan yang seharusnya ketat.
Menurut dia, pola pengamanan tidak boleh hanya bersifat statis, seperti berjaga di pintu gerbang semata. Pengamanan, kata dia, harus dilakukan secara aktif melalui patroli rutin di seluruh area, termasuk taman dan titik-titik yang menyimpan aset penting.
“Pertanyaannya, apakah petugas benar-benar melakukan kontrol menyeluruh? Atau hanya berjaga di gerbang saja? Kalau pengawasan berjalan baik, kejadian seperti ini seharusnya bisa dicegah,” katanya.
Ronald juga menyoroti aspek kedisiplinan petugas di lapangan. Ia menilai perlu ada penegasan tanggung jawab bagi setiap personel yang ditugaskan, sehingga tidak terjadi kelalaian dalam menjalankan fungsi pengamanan.
Lebih lanjut, Parjal mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus pencurian tersebut. Ronald menegaskan bahwa pelaku harus segera ditangkap dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami minta aparat kepolisian serius mengungkap kasus ini. Pelaku harus ditangkap dan diproses sesuai hukum. Ini aset daerah, bukan milik pribadi. Harus dilindungi,” tegasnya.
Selain menyoroti aspek keamanan, Ronald juga mengangkat persoalan pemeliharaan fasilitas di lingkungan Kantor Gubernur Papua Barat..
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas, seperti lampu penerangan di area taman, dalam kondisi rusak dan tidak berfungsi optimal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperbesar peluang terjadinya tindak kriminal, termasuk pencurian.
“Kalau penerangan tidak memadai, tentu ini membuka peluang bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi. Ini harus segera dibenahi,” ujarnya.
Parjal pun mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat, khususnya melalui Biro Umum, untuk segera melakukan pendataan ulang seluruh aset yang ada di lingkungan kantor gubernur. Selain itu, diperlukan langkah konkret dalam bentuk penganggaran untuk perbaikan dan perawatan fasilitas yang rusak.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan aset daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi seluruh aparatur pemerintah yang bekerja di lingkungan tersebut. Menurutnya, perlu ada kesadaran kolektif dan rasa memiliki terhadap aset daerah.
“Pegawai jangan hanya melihat. Harus ada rasa memiliki dan tanggung jawab moral. Kalau semua peduli, kejadian seperti ini bisa diminimalkan,” kata Ronald.
Ronald juga menyarankan agar pemerintah memperkuat sistem pengamanan dengan memanfaatkan teknologi, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis. Dengan demikian, pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif dan memudahkan proses pelacakan jika terjadi pelanggaran.
Tak kalah penting, ia meminta agar kawasan taman di Kantor Gubernur ditata ulang dengan lebih baik. Selain memperindah lingkungan, penataan yang rapi juga dinilai dapat meningkatkan aspek keamanan.
“Biro Umum harus memastikan semua aset, terutama di area taman, ditata dengan baik dan terawat. Jangan dibiarkan begitu saja,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat berharap insiden ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem pengamanan dan pengelolaan aset daerah secara menyeluruh.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa aset daerah, terlebih yang memiliki nilai simbolis dan budaya, memerlukan perlindungan ekstra. Tanpa pengawasan yang baik, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terulang di masa mendatang. (Dhy)
