FAKFAK,PinFunPapua.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak memastikan program cetak sawah seluas 450 hektare sebagai bagian dari program strategis nasional akan mulai dikerjakan pada Mei 2026.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Zulkifly Laode Hilu, mengatakan seluruh tahapan perencanaan, termasuk Survey, Investigasi, dan Desain (SID), telah rampung. Saat ini, program tinggal memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.
“Insya Allah, target 450 hektare ini mulai dikerjakan pada bulan Mei. Untuk tahap awal, sekitar 150 hektare yang akan diselesaikan terlebih dahulu,” ujar Zulkifly saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut tidak diselesaikan sekaligus dalam satu tahun, melainkan dilakukan secara bertahap hingga 2029. Setelah pekerjaan awal rampung, penanaman perdana padi direncanakan berlangsung pada Juni 2026.
Pengembangan cetak sawah ini difokuskan di wilayah Distrik Bomberay dan Tomage, dengan dukungan perbaikan jaringan irigasi sekunder dan tersier guna menunjang produktivitas pertanian.
“Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Fakfak diharapkan dapat menuju swasembada pangan, khususnya komoditas padi,” jelasnya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, yang turut didukung oleh pendampingan batalyon pangan di lokasi kegiatan. Pemerintah daerah, lanjut Zulkifly, memberikan dukungan penuh agar program dapat berjalan sesuai target.
Lebih jauh, ia berharap pengembangan sektor pertanian ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bahkan, ke depan Fakfak ditargetkan menjadi salah satu lumbung pangan di Papua Barat.
“Kalau produksi berlebih, tidak menutup kemungkinan bisa dipasarkan ke luar daerah,” tambahnya.
Zulkifly juga mengajak generasi muda, khususnya petani milenial, untuk ikut terlibat dalam pengembangan sektor pertanian. Menurutnya, pertanian memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap anak muda bisa melihat peluang ini dan mau terjun langsung di bidang pertanian. Ini sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan baik,” pungkasnya. (Risman Bauw).
