MANOKWARI, PinFunPapua.com— Di tengah dinamika geopolitik global yang masih berlangsung, Pertamina Patra Niaga bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Manokwari terus memperkuat koordinasi guna memastikan ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) bagi masyarakat.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi langkah strategis dalam mengidentifikasi berbagai tantangan serta mencari solusi distribusi yang berkelanjutan di wilayah Papua Barat.
Menurutnya, dalam situasi yang belum sepenuhnya stabil, penguatan rantai distribusi menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan stok LPG, khususnya di tingkat agen. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah diversifikasi titik suplai, sehingga tidak hanya bergantung pada jalur distribusi reguler.
“Di tengah kondisi saat ini, penting untuk memiliki rantai distribusi yang kuat dan mandiri. Salah satu upaya yang kami dorong adalah diversifikasi titik suplai, tidak hanya dari jalur reguler, tetapi juga dari Ambon dan Jayapura,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya suplai LPG untuk wilayah tersebut banyak bergantung pada distribusi dari Surabaya dan Makassar. Namun, melalui pola suplai terintegrasi di Regional Papua Maluku, ketergantungan tersebut secara bertahap dapat dikurangi.
Dengan sistem distribusi yang lebih terintegrasi, Pertamina Patra Niaga diharapkan mampu merencanakan suplai secara lebih matang dan responsif terhadap dinamika kebutuhan di lapangan. Hal ini diyakini dapat menjamin ketersediaan LPG yang lebih stabil bagi masyarakat.
Sementara itu, Pjs. Kepala Disperindagkop Kabupaten Manokwari, Yahya Maabuat, menyampaikan apresiasi terhadap langkah proaktif Pertamina yang terus membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Ia menilai, di tengah pengaruh kondisi geopolitik global terhadap tren harga dan distribusi energi, pengawasan serta pengaturan distribusi LPG di tingkat daerah menjadi semakin penting. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi masyarakat.
“Kondisi saat ini menuntut kita untuk terus melakukan pengawasan dan pengaturan distribusi secara optimal agar dapat mengantisipasi peningkatan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yahya menegaskan bahwa diversifikasi suplai merupakan langkah strategis yang perlu didukung bersama. Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat terkait pola distribusi LPG sebagai bagian dari edukasi publik.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman serta penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di tengah situasi yang sensitif.
“Pertamina diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta bersama-sama menyampaikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait dampak kondisi geopolitik saat ini,” tutupnya. (red/rls)
