FAKFAK,PinFunPapua.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Fakfak menggelar sosialisasi advokasi dan penguatan jejaring lintas sektor dalam penyediaan Data Gender dan Anak, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Distrik Fakfak ini diikuti oleh para kepala kampung, lurah, serta ketua RT dari wilayah kelurahan dan kampung di Distrik Pariwari. Sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor guna menghadirkan data gender dan anak yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Dalam kegiatan ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Fakfak turut dilibatkan untuk memberikan materi tambahan terkait pengelolaan sampah, yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat, khususnya perempuan dan anak.
Kepala DLHP Kabupaten Fakfak, Liza Neirasari, S.T., M.T., menyoroti persoalan sampah rumah tangga yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di tengah masyarakat. Ia menyebut rendahnya kesadaran dalam memilah dan membuang sampah dengan benar menjadi salah satu penyebab utama berbagai persoalan lingkungan.
“Masalah sampah ini tidak bisa dianggap sepele. Banyak kasus banjir, pencemaran lingkungan, hingga penyakit yang berawal dari pengelolaan sampah yang tidak baik,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan sampah memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan perempuan dan anak, sehingga relevan untuk dibahas dalam forum yang digelar oleh DP3AP2KB.
Lebih lanjut, Liza mengajak seluruh peserta, khususnya kepala kampung dan ketua RT, untuk menjadi motor penggerak perubahan di tingkat masyarakat.
“Mulailah dari rumah tangga. Pisahkan sampah organik dan anorganik, manfaatkan kembali yang bisa digunakan, serta dorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
DLHP juga mendorong penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mengurangi volume sampah.
Melalui kolaborasi antara DP3AP2KB dan DLHP ini, diharapkan tidak hanya memperkuat penyediaan data gender dan anak, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan keluarga yang sehat dan berkualitas. (Risman Bauw).
