FAKFAK,PinFunPapua.com – Semangat kebersamaan dan kreativitas perempuan Fakfak tercermin dalam pelaksanaan Lomba Kuliner yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026. Ketua panitia, Siti Hajar Uswanas, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum bagi perempuan untuk bergerak dan berkarya.
Hal itu disampaikannya saat menyampaikan laporan kegiatan di Gedung KONI Fakfak, Minggu malam (26/4/2026). Dengan penuh optimisme, ia menyebut perempuan Fakfak kini semakin aktif mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi empat organisasi perempuan di Kabupaten Fakfak, yakni PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan, dan Jaringan Perempuan Papua Fakfak (JP2F). Sinergi tersebut dinilai sebagai bukti nyata kuatnya solidaritas perempuan dalam menggerakkan ruang publik.
Mengusung tema “Perempuan Fakfak Berdaya, Bangsa Berjaya”, rangkaian kegiatan berlangsung selama lima hari, 26 hingga 30 April 2026. Sebanyak 39 tim ambil bagian dalam berbagai lomba dan aktivitas yang dipusatkan di Gedung KONI serta sejumlah lokasi lainnya.
Selain lomba, panitia juga menyiapkan agenda penghargaan bagi perempuan-perempuan inspiratif di Fakfak yang dinilai berkontribusi di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan keagamaan.
“Ini bentuk apresiasi kepada para perempuan yang telah memberi teladan dan membuka jalan bagi generasi berikutnya,” ujar Siti.
Sebagai bagian dari kepedulian sosial, panitia juga menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil dan perempuan yang dijadwalkan berlangsung di Distrik Arguni. Program ini menjadi penegasan bahwa peringatan Hari Kartini juga menyentuh aspek kesehatan dan kesejahteraan perempuan.

Berbagai lomba turut memeriahkan kegiatan, mulai dari pengenalan Bunda PAUD, lomba tingkat PAUD, lomba karaoke, hingga lomba kreatif lainnya. Namun perhatian utama tertuju pada lomba memasak kuliner berbahan pangan lokal.
Dalam lomba ini, peserta diwajibkan mengolah bahan makanan tanpa menggunakan minyak, gula, dan tepung kemasan. Konsep tersebut diusung sebagai upaya mendorong pola konsumsi sehat berbasis pangan lokal khas Fakfak.
“Inilah keunggulan kegiatan tahun ini. Kami ingin mengangkat produk lokal sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pola makan sehat,” jelas Siti.
Lomba memasak diikuti sekitar 11 peserta dari berbagai komunitas, sementara lomba karaoke diikuti lebih dari 30 peserta, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
Pendanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong melalui skema berbagi anggaran dari empat organisasi penggagas. Model ini mencerminkan semangat kemandirian dan kebersamaan perempuan Fakfak dalam menyukseskan agenda bersama.
Di akhir laporannya, Siti Hajar Uswanas memohon kepada Bupati Fakfak untuk secara resmi membuka rangkaian kegiatan. Ia menutup sambutannya dengan penuh keyakinan.
“Perempuan Fakfak berdaya, Kabupaten Fakfak berkembang, dan Bangsa Indonesia jaya,” pungkasnya.
Tepuk tangan meriah pun mengalir di Gedung KONI. Peringatan Hari Kartini di Fakfak tahun ini tak hanya menjadi refleksi sejarah, tetapi juga perayaan kreativitas, solidaritas, dan harapan yang terus tumbuh dari tangan-tangan perempuan. (Risman Bauw).
