– Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Suku Besar Arfak Provinsi Papua Barat menyerahkan Aspirasi Kepada MRPB Pokja Agama Untuk Ditindaklanjuti Kepada Kementerian Agama RI ( FOTO : Aufrida Marisan )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Suku Besar Arfak Provinsi Papua Barat menggelar aksi damai di depan Kantor Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Manokwari, guna mendesak Menteri Agama Republik Indonesia segera melantik Barnabas Dowansiba sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua Barat definitif.
Aksi tersebut diwarnai dengan orasi serta penyampaian berbagai aspirasi melalui spanduk dan pamflet yang dibawa massa aksi. Dalam tuntutannya, mereka meminta pemerintah pusat, khususnya Menteri Agama RI, agar menghargai semangat Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua dengan memberikan kesempatan kepada putra asli Papua untuk memimpin Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat.
Beberapa tulisan yang terpampang dalam aksi itu di antaranya berbunyi, “Menteri Agama Harus Menghargai UU Otsus”, “Kami Butuh Kepastian Bukan Janji”, “Kami Tidak Mengizinkan Suku Lain Diangkat Selain Bapak Barnabas Dowansiba”, hingga “Stop Intervensi dan Segera Lantik Bapak Barnabas Dowansiba”.
Dalam aksinya, solidaritas pemuda dan masyarakat Suku Besar Arfak juga memberikan ultimatum kepada Menteri Agama RI agar dalam waktu dua minggu segera memberikan kepastian terkait pelantikan Barnabas Dowansiba.
Mereka bahkan mengancam akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons dari pemerintah pusat.
“Jika dalam dua minggu tidak ada kepastian, maka kami akan membawa massa yang lebih besar untuk menduduki Kantor MRPB dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat,” tegas massa aksi dalam orasinya.
Koordinator lapangan aksi damai, Melkias Meidogda, saat membacakan pernyataan sikap menyampaikan dua poin utama tuntutan solidaritas.
Pertama, mereka mendesak Menteri Agama RI segera melantik Barnabas Dowansiba yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kakanwil Kemenag Papua Barat menjadi kepala kantor definitif.
Kedua, mereka dengan tegas menolak segala bentuk intervensi dari pihak mana pun yang dinilai berupaya menggagalkan pelantikan Barnabas Dowansiba sebagai Kakanwil Kemenag Papua Barat.
“Kami sebagai mahasiswa dan masyarakat hukum adat Suku Besar Arfak dengan tegas menolak pihak mana pun yang mencoba mengintervensi Menteri Agama RI untuk menggagalkan pelantikan Bapak Barnabas Dowansiba,” ujar Melkias.
Selain itu, dalam pernyataan sikapnya, solidaritas juga menegaskan bahwa apabila dalam dua minggu tidak ada kejelasan terkait pelantikan tersebut, maka mereka akan melakukan aksi mogok kerja di Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat.

Usai menyampaikan aspirasi, pernyataan sikap tersebut kemudian diserahkan kepada Anggota MRPB Pokja Agama untuk ditindaklanjuti kepada pemerintah pusat dan Kementerian Agama RI.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Pokja Agama MRPB, Pdt. Lukas Saroy, M.Th, menyampaikan apresiasi kepada Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Suku Besar Arfak yang dinilai tetap bersatu dalam memperjuangkan putra daerah menduduki jabatan strategis di Papua Barat.
Menurut Lukas, MRPB selama ini tidak tinggal diam dan telah beberapa kali melakukan komunikasi langsung dengan Kementerian Agama RI guna memperjuangkan pelantikan Barnabas Dowansiba.
“Kami dari Pokja Agama pernah mendampingi Plt Kakanwil Kemenag Papua Barat, Bapak Barnabas Dowansiba, ke Kementerian Agama RI untuk menyampaikan aspirasi dan dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, MRPB bersama sejumlah tokoh dan organisasi keagamaan juga telah bertemu langsung dengan Menteri Agama RI di Jakarta guna menyerahkan berbagai rekomendasi dukungan.
Rekomendasi tersebut datang dari Gubernur Papua Barat, MRPB, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP), serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
“Kami sudah dua kali ke Jakarta untuk mengawal proses pelantikan Bapak Barnabas Dowansiba dan dalam waktu dekat kami akan kembali lagi untuk mempertanyakan tindak lanjut dari aspirasi yang telah kami sampaikan,” katanya.
Lukas menegaskan, Barnabas Dowansiba merupakan salah satu putra terbaik Papua Barat yang dinilai layak menduduki jabatan Kakanwil Kementerian Agama Papua Barat.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Pokja Agama MRPB, Pdt. Marthen Bomoi. M.,Th, Ia mengatakan aspirasi yang disampaikan Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Suku Besar Arfak merupakan aspirasi ketiga yang diterima pihaknya terkait dukungan terhadap Barnabas Dowansiba.
Menurutnya, seluruh aspirasi tersebut akan kembali disampaikan kepada Kementerian Agama RI sebagai bentuk dukungan masyarakat Papua Barat terhadap putra daerah.
“Kami akan terus mengawal aspirasi ini. Harapan kita bersama, anak Arfak dan putra daerah harus menjadi Kakanwil Agama di Papua Barat,” ujar Marten Bomoi.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa agar proses tersebut mendapat jalan terbaik dan pemerintah pusat segera memberikan keputusan pasti.
Sementara itu, Ketua MRPB Judson Ferdinandus Waprak menegaskan bahwa lembaganya sejak awal telah bekerja memperjuangkan aspirasi tersebut bahkan sebelum adanya aksi demonstrasi.
Menurutnya, MRPB telah bertemu langsung dengan pihak Kementerian Agama RI guna memperjuangkan Barnabas Dowansiba.
“Saudara-saudara belum datang melakukan aksi ke MRPB, tetapi MRPB sudah bekerja dan sudah bertemu langsung dengan Kementerian Agama RI,” ujar Judson.
Ia menilai Barnabas Dowansiba sebagai putra asli Papua yang patut didukung dan dilindungi untuk memperoleh kesempatan menduduki jabatan strategis di daerahnya sendiri.
“Kami akan tetap memperjuangkan aspirasi ini karena beliau adalah anak Papua yang perlu dibantu dan didukung untuk mendapatkan jabatan tersebut,” tegasnya. (red)
