Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, Drs Ali Baham Temongmere ( FOTO : JANU )
MANOKWARI, PinFunPapua.com –Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP, menekankan pentingnya pengelolaan arsip dalam pemerintahan sebagai bagian dari perlindungan data, sejarah, dan administrasi negara. Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam apel pagi.
Dalam arahannya, Sekda menjelaskan bahwa arsip memiliki peran sangat penting dalam membuktikan perjalanan pendidikan, karier, hingga kepemilikan data pemerintahan dan tanah.
Ia mencontohkan perjalanan Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat yang baru dilantik, Jafar Werfete. Menurutnya, rekam jejak seseorang dapat dibuktikan melalui arsip sekolah maupun dokumen resmi lainnya.
“Kalau pergi ke sekolahnya dan arsipnya masih ada, maka semua perjalanan itu bisa dibuktikan. Tetapi kalau arsip tidak ada, orang bisa mempertanyakan semuanya,” ujarnya.
Ia mengatakan persoalan arsip sering kali menjadi sumber konflik, termasuk sengketa ijazah maupun administrasi lainnya. Karena itu, pengelolaan arsip harus dilakukan secara benar dan profesional.
Sekda juga menyinggung sistem kearsipan pemerintahan Belanda pada masa kolonial yang dinilainya sangat baik dan tertata rapi. Menurutnya, hingga saat ini berbagai data sejarah tentang Papua masih tersimpan lengkap di Belanda.
Ia menjelaskan bahwa pada masa kolonial terdapat dua wilayah administratif penting, yakni Afdeeling West Nieuw Guinea yang beribu kota di Manokwari serta Afdeeling West en Zuid Nieuw Guinea yang beribu kota di Fakfak.
“Data tentang tanah, masyarakat, dan berbagai kejadian pada masa itu masih tersimpan dengan baik di Belanda. Saya sendiri pernah melihat langsung di perpustakaan di sana,” katanya.
Namun, ia menyayangkan banyak data penting di Papua Barat justru hilang atau tidak tersimpan dengan baik, termasuk data mengenai tanah dan aset pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh instansi pemerintah agar mulai membangun sistem pengarsipan yang lebih baik demi kepentingan generasi mendatang.
Sekda meminta seluruh dokumen penting, termasuk notulen rapat pimpinan yang setiap hari dibuat oleh Biro Administrasi Pimpinan, dijaga dan dipelihara dengan baik karena suatu saat akan menjadi bukti sejarah pemerintahan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengamanan arsip dari berbagai risiko bencana seperti kebakaran dan gempa bumi. Menurutnya, pengalaman dunia menunjukkan bahwa arsip menjadi salah satu hal yang paling diselamatkan ketika terjadi perang maupun bencana besar.
“Pada masa Perang Dunia, banyak negara menyelamatkan arsip dan buku-buku penting terlebih dahulu karena itu adalah identitas dan sejarah bangsa,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan surat-surat dan dokumen penting disimpan di tempat yang aman agar tetap terlindungi apabila terjadi keadaan darurat.
“Arsip harus dikelola dengan baik dan disimpan di tempat aman supaya ketika terjadi kebakaran, gempa bumi, atau bencana lainnya, data-data penting itu tetap terselamatkan,” tegasnya.
Sekda berharap kesadaran tentang pentingnya arsip terus ditingkatkan agar generasi mendatang lebih mudah memperoleh data pemerintahan dan tidak lagi menghadapi konflik akibat kehilangan dokumen penting. (red)
