Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan ( FOTO /Doc Oridek )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menyiapkan dukungan kesehatan secara menyeluruh guna menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh peserta selama pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Tahun 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Manokwari pada 18–28 Juni 2026.
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi salah satu agenda nasional terbesar yang akan digelar di Papua Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat telah menyusun Rencana Dukungan Kesehatan (Rendukes) yang menjadi pedoman operasional dalam penyelenggaraan layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, mengatakan Rendukes disusun untuk memastikan seluruh peserta, panitia, tamu undangan, hingga pejabat VIP memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terintegrasi selama berada di Manokwari.
“RENDUKES ini disusun untuk memastikan keselamatan dan pelayanan kesehatan yang komprehensif selama kegiatan berlangsung, baik di tempat tinggal kontingen maupun di seluruh venue perlombaan dan pertemuan,” ujar Alwan melalui sambungan telepon, Minggu (7/6/2026).
Menurut data terbaru dari panitia penyelenggara, sebanyak 6.086 orang dari 38 provinsi dipastikan akan hadir dalam ajang PESPARAWI Nasional XIV. Jumlah tersebut terdiri atas 4.932 peserta lomba dan 1.154 official, pelatih, serta staf pendamping. Selain itu, kegiatan tersebut juga akan dihadiri sekitar 217 tamu VIP dari berbagai daerah dan instansi pemerintah.
Besarnya jumlah peserta yang akan datang ke Manokwari menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya sektor kesehatan. Oleh karena itu, seluruh sistem pelayanan kesehatan dirancang dengan mengedepankan kesiapsiagaan selama 24 jam, respons cepat terhadap kondisi darurat, serta langkah-langkah pencegahan berbagai risiko kesehatan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan kegiatan.
Berdasarkan data sebaran peserta, wilayah Sumatera menjadi penyumbang kontingen terbesar dengan jumlah 1.392 orang. Disusul wilayah Sulawesi sebanyak 1.245 orang, Papua 1.223 orang, Jawa 878 orang, Kalimantan 586 orang, Maluku dan Maluku Utara sebanyak 450 orang, serta Nusa Tenggara dengan jumlah 312 orang.
Untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi ribuan peserta tersebut, Dinas Kesehatan Papua Barat menyiapkan tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di berbagai lokasi strategis.
Tim kesehatan tersebut terdiri atas 24 dokter, 36 perawat, 12 tenaga kesehatan lingkungan, delapan tenaga farmasi, 10 personel ambulans, serta enam tenaga administrasi dan komando yang akan bertugas mengatur koordinasi pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Selain menyiapkan sumber daya manusia, pemerintah juga memastikan seluruh venue utama perlombaan dilengkapi fasilitas kesehatan yang memadai. Setiap lokasi kegiatan akan memiliki satu pos kesehatan yang dilengkapi dokter jaga, dua perawat, tenaga farmasi, tenaga kesehatan lingkungan, serta ambulans siaga yang siap melakukan evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.
Menurut Alwan, standar pelayanan kesehatan harus diterapkan secara merata di seluruh lokasi kegiatan agar setiap peserta mendapatkan akses layanan medis yang sama tanpa membedakan lokasi perlombaan maupun akomodasi yang ditempati.
“Setiap lokasi kegiatan harus memiliki standar pelayanan kesehatan yang sama sehingga peserta dapat memperoleh layanan medis dengan cepat dan tepat,” katanya.
Tidak hanya di venue perlombaan, tim kesehatan juga akan ditempatkan di hotel, penginapan, serta asrama yang menjadi tempat tinggal para kontingen selama berada di Manokwari. Melalui sistem Mobile Health Team, pelayanan kesehatan dasar akan diberikan selama 24 jam penuh, termasuk pemeriksaan kesehatan ringan, konsultasi medis, serta edukasi mengenai kebersihan pribadi dan keamanan pangan.
Dalam aspek rujukan medis, Dinas Kesehatan Papua Barat telah menyiapkan sejumlah rumah sakit sebagai fasilitas rujukan utama apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan. Rumah sakit yang disiapkan antara lain Rumah Sakit Umum Provinsi Papua Barat, RSAL dr. Azhar Zahir Manokwari, RS Bhayangkara Manokwari, serta sejumlah rumah sakit lainnya yang telah terintegrasi dalam sistem pelayanan kesehatan selama PESPARAWI berlangsung.
Untuk memastikan efektivitas pelayanan, target waktu respons evakuasi ditetapkan maksimal 15 menit sejak laporan keadaan darurat diterima hingga pasien tiba di rumah sakit rujukan.
Selain pelayanan medis, perhatian khusus juga diberikan terhadap aspek kesehatan lingkungan. Dinas Kesehatan Papua Barat mewajibkan seluruh hotel dan penginapan yang digunakan sebagai lokasi akomodasi peserta menjalani pemeriksaan kesehatan lingkungan atau Kesling paling lambat tiga hari sebelum kedatangan kontingen.
Pemeriksaan tersebut mencakup kualitas air bersih, sanitasi bangunan, keamanan makanan dan minuman, pengelolaan limbah, pengendalian vektor penyakit seperti nyamuk dan tikus, hingga kesiapan jalur evakuasi dan sistem keselamatan kebakaran.
Sebagai langkah mitigasi terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan, Rendukes juga memuat sejumlah strategi penanganan risiko yang dapat terjadi selama kegiatan berlangsung. Risiko tersebut antara lain serangan jantung, stroke, dehidrasi, keracunan makanan, cedera saat perlombaan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga kondisi darurat yang melibatkan tamu VIP.
Seluruh sistem pelayanan kesehatan nantinya akan dikoordinasikan melalui Posko Kesehatan Provinsi Papua Barat yang terhubung langsung dengan ambulans, rumah sakit rujukan, puskesmas, serta tim kesehatan yang bertugas di venue perlombaan maupun lokasi akomodasi peserta.
Alwan menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan PESPARAWI Nasional XIV tidak hanya ditentukan oleh suksesnya pelaksanaan lomba dan acara seremonial, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak dalam menjamin kesehatan dan keselamatan setiap peserta yang hadir.
Menurutnya, keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan berskala besar, terlebih pada event nasional yang melibatkan ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia.
“RENDUKES ini bukan hanya dokumen teknis, tetapi merupakan komitmen bersama untuk melindungi setiap jiwa yang terlibat dalam PESPARAWI Nasional XIV. Keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama,” tegas Alwan.
Dengan kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, sistem rujukan yang terintegrasi, serta pengawasan kesehatan lingkungan yang ketat, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat optimistis pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan sehat, sekaligus menjadi contoh penyelenggaraan event nasional yang mengutamakan keselamatan seluruh peserta dan tamu yang hadir. (red)
