MANOKWARI,PinFunPapua.com – Kerukunan Keluarga Besar Ambai-Serui (KKBAS) Kabupaten Manokwari menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat.
Ketua KKBAS Kabupaten Manokwari, Jack Wanggai, SH, mengajak seluruh warga Ambai yang berdomisili di Manokwari untuk menyambut para peserta dan tamu Pesparawi dengan penuh sukacita serta menjaga suasana yang aman dan damai.
“Kami mengimbau seluruh keluarga besar Ambai di Manokwari agar bersama-sama menyambut tamu-tamu gereja atau duta-duta surga yang datang mengikuti Pesparawi dengan penuh kedamaian dan rasa persaudaraan,” kata Jack Wanggai, Selasa (9/6/2026).
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga Ambai, untuk menahan diri dari aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pesparawi, termasuk menghindari konsumsi minuman keras dan tindakan kriminal.
“Kegiatan yang berkaitan dengan minuman keras sebaiknya ditahan dulu selama Pesparawi berlangsung. Kita ingin menunjukkan kepada publik bahwa orang Ambai hidup dalam takut akan Tuhan dan mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu dari luar Papua yang datang mengikuti Pesparawi,” ujarnya.
Jack turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari, khususnya Bupati Manokwari Hermus Indou dan Wakil Bupati Mugiyono, yang dinilainya telah melakukan berbagai persiapan secara matang untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.
Menurut dia, kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk pemanfaatan aset pemerintah untuk mendukung kebutuhan peserta, merupakan bentuk komitmen dalam menyukseskan Pesparawi Nasional XIV.
“Kita melihat pemerintah telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Sebagai tuan rumah, Manokwari harus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta Pesparawi. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyukseskan kegiatan nasional tersebut,” katanya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi panitia nasional dan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah menyiapkan dukungan anggaran dan berbagai kebutuhan teknis guna memastikan pelaksanaan Pesparawi berjalan lancar.
Jack mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati dan mendukung pelaksanaan pesta paduan suara gerejawi tersebut.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghormati dan menjaga suasana yang kondusif selama Pesparawi berlangsung. Saya percaya melalui kegiatan ini, kota Manokwari akan diberkati Tuhan dan semakin dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan kedamaian,” pungkasnya.
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Kerukunan Keluarga Besar Ambai-Serui (KKBAS) Kabupaten Manokwari menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang akan digelar di Manokwari, Papua Barat. Organisasi paguyuban tersebut mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Ambai yang bermukim di Manokwari, untuk menjadi tuan rumah yang baik dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana damai selama berlangsungnya perhelatan nasional tersebut.
Ketua KKBAS Kabupaten Manokwari, Jack Wanggai, SH, mengatakan Pesparawi Nasional bukan sekadar ajang perlombaan paduan suara gerejawi, melainkan momentum besar yang akan menghadirkan ribuan peserta, pendamping, dan tamu dari berbagai provinsi di Indonesia ke Tanah Papua, khususnya Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat.
Karena itu, menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga citra daerah dan memberikan kesan yang baik kepada para tamu yang datang.
“Kami mengimbau kepada seluruh keluarga besar Ambai di Manokwari agar mari bersama-sama menyambut tamu-tamu gereja atau duta-duta surga yang datang mengikuti Pesparawi dengan penuh kedamaian, persaudaraan, dan kasih. Mereka datang dari berbagai daerah untuk memuji dan memuliakan Tuhan, sehingga sudah sepatutnya kita menerima mereka dengan baik,” kata Jack Wanggai, Selasa (9/6/2026).
Ia menegaskan, suasana yang aman dan kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV. Oleh sebab itu, pihaknya meminta seluruh warga, khususnya generasi muda Ambai, untuk menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Jack, kebiasaan mengonsumsi minuman keras maupun tindakan kriminal harus dihindari selama pelaksanaan Pesparawi berlangsung. Langkah tersebut, kata dia, merupakan bentuk penghormatan kepada para tamu dan upaya menjaga nama baik masyarakat Papua di mata nasional.
“Kegiatan yang berkaitan dengan minuman keras sebaiknya ditahan dulu selama Pesparawi berlangsung. Kita ingin menunjukkan kepada publik bahwa orang Ambai adalah orang-orang yang hidup dalam takut akan Tuhan. Kita harus menjadi tuan rumah yang baik dan menerima tamu-tamu dari luar Papua yang datang mengikuti Pesparawi dengan penuh kasih dan persaudaraan,” ujarnya.
Jack mengatakan, masyarakat Papua, khususnya warga Ambai, selama ini dikenal memiliki nilai-nilai kekeluargaan dan sikap menghormati sesama. Nilai tersebut, menurut dia, harus terus dijaga dan ditunjukkan kepada seluruh peserta Pesparawi yang datang ke Manokwari.
Selain mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban, KKBAS Manokwari juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari di bawah kepemimpinan Bupati Hermus Indou dan Wakil Bupati Mugiyono yang dinilai serius mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
“Kita melihat pemerintah daerah telah melakukan persiapan yang matang. Sebagai tuan rumah, Manokwari harus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta. Penyiapan berbagai fasilitas dan pemanfaatan aset pemerintah untuk mendukung kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyukseskan Pesparawi Nasional,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama panitia nasional yang telah bekerja keras menyiapkan berbagai aspek pelaksanaan, mulai dari dukungan anggaran, fasilitas, hingga koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kegiatan berskala nasional tersebut berjalan lancar dan sukses.
Menurutnya, keberhasilan Pesparawi Nasional XIV bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan panitia, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Papua Barat, terutama warga Manokwari sebagai tuan rumah.
“Kami mengajak semua pihak, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, maupun seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghormati dan menjaga pesta iman ini. Mari kita tunjukkan bahwa Manokwari adalah kota yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi serta persaudaraan,” ucapnya.
Jack optimistis pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV akan membawa dampak positif bagi Papua Barat, tidak hanya dari sisi pembinaan kerohanian, tetapi juga dalam memperkuat persatuan dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
“Saya percaya melalui kegiatan Pesparawi ini, Tuhan akan memberkati Kota Manokwari dan seluruh Papua Barat. Momentum ini harus kita jadikan sebagai sarana mempererat persaudaraan antarumat, sekaligus menunjukkan kepada Indonesia bahwa Papua adalah tanah yang penuh damai, kasih, dan persaudaraan,” pungkasnya.
(Penulis: Dhy)
