Pemotongan Tumpeng Oleh Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Koya, Pastor Paul Tumayang, OFM, di Dampingi Ketua Paroki Hati Kudus Yesus Koya Laurens Tukan bersama Pemimpin Kapela-kapela dari 3 wilayah. ( FOTO : Aufrida Marisan )
JAYAPURA, PinFunPapua.com – Paroki Hati Kudus Yesus Koya, Kota Jayapura, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 dengan menggelar Perayaan Ekaristi Syukur yang dirangkaikan dengan penerimaan komuni pertama atau sambut baru bagi sejumlah anak di lingkungan paroki tersebut.
Perayaan berlangsung penuh sukacita dan dihadiri umat dari berbagai lingkungan. Peringatan HUT pertama ini mengusung tema, “Bergerak Bersama Mewujudkan Paroki Koya yang Solid dalam Persaudaraan yang Berdampak dalam Pelayanan Gereja.”
Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Koya, Pastor Paul Tumayang, OFM, mengatakan bahwa Paroki Hati Kudus Yesus Koya merupakan paroki yang masih sangat muda karena baru diresmikan pada 25 Juni 2025, bertepatan dengan Hari Raya Hati Kudus Yesus. Tepat satu tahun kemudian, paroki tersebut kembali merayakan momentum bersejarah sebagai tonggak perjalanan dalam membangun kehidupan menggereja dan persaudaraan umat.
Menurut Pastor Paul, pemilihan nama pelindung Paroki Hati Kudus Yesus memiliki makna yang mendalam. Hati merupakan simbol cinta kasih yang menjadi dasar kehidupan umat beriman.
“Hati adalah lambang cinta. Cinta selalu membawa damai dan mengajarkan kita untuk hidup bersaudara dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan. Kita dipanggil untuk hidup berdampingan dan membangun persaudaraan, baik dengan sesama yang seiman maupun yang tidak seiman. Intinya adalah hidup dalam semangat persaudaraan sebagaimana diajarkan oleh Hati Kudus Yesus,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kedewasaan sebuah paroki tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh kesetiaan umat dalam membangun dan menghidupi iman. Oleh karena itu, ia berharap seluruh umat Paroki Hati Kudus Yesus Koya tetap kompak, penuh semangat, dan bersatu dalam membangun paroki agar terus bertumbuh dan berkembang.
Menurutnya, cita-cita besar yang harus diwujudkan adalah menjadikan Paroki Hati Kudus Yesus Koya sebagai bagian dari visi dan misi Keuskupan Jayapura, yakni menjadi gereja yang misioner, mandiri, partisipatif, solider, dan terlibat aktif di tengah masyarakat.
“Meskipun usia paroki ini baru satu tahun, saya berharap umat tetap bersatu dan bersama pastor paroki definitif yang akan tiba pada 16 Agustus mendatang dapat menata dan membangun paroki ini agar semakin berkembang dan menjadi paroki yang dewasa,” katanya.

Pastor Paul mengibaratkan usia Paroki Hati Kudus Yesus Koya yang baru satu tahun seperti seorang bayi yang sedang bertumbuh. Namun demikian, ia optimistis karena umat yang berada di paroki tersebut merupakan orang-orang yang memiliki kepedulian, kemampuan, serta berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk kemajuan gereja.
“Paroki ini memang masih muda, tetapi umat yang ada di dalamnya adalah orang-orang hebat dan memiliki potensi yang luar biasa. Saya berharap seluruh potensi yang dimiliki umat dapat dikembangkan secara bersama-sama dan dalam semangat kekompakan sehingga paroki ini semakin bertumbuh menuju kedewasaan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Hati Kudus Yesus Koya, Laurens Tukan, menyampaikan bahwa peringatan HUT pertama paroki menjadi awal yang sangat baik dalam perjalanan kehidupan menggereja di Paroki Hati Kudus Yesus Koya.
Ia berharap momentum tersebut semakin memperkuat keyakinan dan rasa percaya diri umat bahwa dengan semangat kebersamaan, paroki dapat berkembang dan maju.
“Ini merupakan awal yang sangat baik bagi perjalanan paroki kita. Harapan ke depan, umat semakin kuat dan percaya diri bahwa kita bisa berkembang dan maju melalui kebersamaan. Tanpa kebersamaan, tidak mungkin paroki ini dapat maju. Karena itu, mari bersama-sama membangun paroki ini dan terus meningkatkan persaudaraan di antara sesama umat Paroki Hati Kudus Yesus Koya,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-1 Paroki Hati Kudus Yesus Koya menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh umat untuk terus membangun gereja yang hidup, bertumbuh dalam iman, dan menghadirkan persaudaraan yang berdampak bagi pelayanan gereja maupun kehidupan masyarakat di sekitarnya. (red)
