MANOKWARI,PinFunPapua.com – Kontingen Provinsi Kalimantan Tengah sukses mencuri perhatian pada Lomba Musik Pop Gerejawi Vokal Grup dalam Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Tidak hanya menampilkan harmonisasi suara yang memukau, para peserta juga tampil khas dengan mengenakan Lawung Dayak, hiasan kepala tradisional yang sarat makna budaya.
Penampilan kontingen Kalimantan Tengah berlangsung di Arfak Convention Hall Polda Papua Barat dalam balutan tema Pesparawi Nasional XIV, “Aku Hendak Memuji Tuhan Pada Segala Waktu” (Mazmur 34:2a). Dukungan para pendamping dan masyarakat yang memadati arena perlombaan turut menambah semangat para peserta saat membawakan lagu pujian.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kalimantan Tengah, Dr Guntur Telajan, SH, M.Pd, mengaku bersyukur atas penampilan para peserta yang dinilai mampu tampil tenang dan penuh penghayatan.
“Puji Tuhan, peserta kami dapat tampil dengan baik. Mereka menunjukkan kesiapan dan semangat yang luar biasa. Harapan kami tentu dapat memperoleh hasil terbaik dalam perlombaan ini,” kata Guntur, Senin (22/6/2026).
Selain kualitas vokal, kontingen Kalimantan Tengah sengaja menghadirkan kekayaan budaya Dayak melalui penggunaan Lawung Dayak. Hiasan kepala tradisional tersebut dibuat dari anyaman rotan dan kulit kayu, serta dihiasi bulu burung Tingang yang memiliki nilai filosofis dan menjadi simbol kehormatan masyarakat Dayak.
Busana yang dikenakan para peserta juga merupakan perpaduan unsur tradisional dan modern yang menggambarkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah.
“Kami ingin memperkenalkan budaya Dayak kepada seluruh peserta dari berbagai provinsi. Melalui Pesparawi, kami tidak hanya memuliakan Tuhan lewat nyanyian, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya yang kami miliki,” ujar Guntur.
Kontingen Kalimantan Tengah datang ke Manokwari dengan kekuatan 309 orang yang terdiri atas peserta, pelatih, dirigen, pianis, pendamping, serta tim pendukung lainnya. Selama mengikuti Pesparawi, mereka mengaku merasakan sambutan hangat dari masyarakat dan panitia di Papua Barat.
Menurut Guntur, Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk mempererat persaudaraan antardaerah dan memperkuat semangat pelayanan melalui pujian kepada Tuhan.
“Semoga seluruh rangkaian Pesparawi berlangsung lancar hingga penutupan dan menjadi berkat bagi semua peserta maupun masyarakat Papua Barat,” tuturnya.
Penampilan kontingen Kalimantan Tengah menjadi salah satu suguhan yang menyita perhatian penonton pada Pesparawi Nasional XIV. Kehadiran unsur budaya Dayak yang berpadu dengan pujian dan penyembahan menghadirkan warna tersendiri dalam perhelatan yang mempertemukan peserta dari seluruh Indonesia tersebut.
(Penulis : Dhy).
