Bupati Fakfak, Samaun Dahlan Tegaskan Investasi Pupuk Kaltim Tetap Berlabuh di Fakfak, (Foto: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Kepastian investasi strategis PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Kabupaten Fakfak semakin terang. Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan bahwa proyek investasi tersebut tetap akan berlokasi di Fakfak dan tidak akan berpindah ke daerah lain.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Samaun Dahlan kepada awak media usai kegiatan pelepasan Kontingen Pesparani Katolik Kabupaten Fakfak menuju ajang Pesparani Tingkat Provinsi Papua Barat, Kamis (25/6/2026).
Menurut Bupati, seluruh tahapan administrasi di tingkat pusat terus menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Fakfak telah menerima surat resmi dari PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Pupuk Indonesia yang diperkuat dengan persetujuan dari tiga kementerian terkait.
“Saya sendiri sudah menerima surat dari Pupuk Kaltim. Surat dari Pupuk Indonesia dan persetujuan dari tiga menteri juga sudah ada. Ini menjadi bukti bahwa investasi Pupuk Kaltim tetap berada di Fakfak dan tidak bisa bergeser ke daerah lain,” tegas Samaun.
Ia mengungkapkan bahwa tim dari PT Pupuk Kaltim dijadwalkan tiba di Fakfak pada pekan depan untuk melanjutkan kajian dan survei lanjutan sebagai bagian dari persiapan pembangunan proyek tersebut.
Lebih lanjut, Bupati memastikan lokasi investasi telah ditetapkan di wilayah Distrik Tomage setelah melalui berbagai pertimbangan teknis dan kajian yang mendalam.
“Yang jelas, lokasi pengembangan sudah ditentukan di Distrik Tomage. Pemerintah daerah siap mendukung seluruh proses yang diperlukan agar tahapan berikutnya dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Samaun menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak kini fokus mempercepat penyelesaian seluruh dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan. Mulai dari proses administrasi, penyelesaian lahan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga berbagai aspek perizinan lainnya ditargetkan rampung pada tahun 2026.
“Kami menargetkan seluruh proses administrasi, penyelesaian lahan, AMDAL, dan berbagai persyaratan lainnya harus tuntas tahun ini. Dengan begitu, pada tahun 2027 tahap konstruksi sudah bisa dimulai,” katanya.
Menurutnya, kehadiran investasi besar seperti PKT akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Fakfak. Selain membuka lapangan pekerjaan, proyek tersebut juga diyakini akan mendorong peningkatan infrastruktur, aktivitas usaha masyarakat, serta memperkuat posisi Fakfak sebagai kawasan strategis investasi di Papua Barat.
Pemerintah daerah berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga investasi yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Fakfak.
“Kesempatan besar tidak datang setiap hari. Ketika peluang investasi hadir, yang dibutuhkan adalah keseriusan, kerja sama, dan komitmen untuk mengubah potensi menjadi kemajuan. Sebab pembangunan yang berhasil bukan hanya tentang gedung yang berdiri, tetapi tentang kesejahteraan yang dirasakan masyarakat.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
