Bupati Fakfak, Samaun Dahlan Saat Ditemui di Ruangan Kerjanya Belum Lama Usai Memimpin Pertemuan Bersama PKT di Fakfak, (Foto: mataradarindonesia.com/PinFunPapua.com).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama para pemangku hak ulayat dan bp Indonesia mencapai kesepakatan untuk menggelar doa syukuran menjelang pemasangan kerangka anjungan lepas pantai (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB yang menjadi bagian dari Proyek Tangguh UCC (Ubadari, CCUS, dan Compression) di wilayah Kabupaten Fakfak.
Kesepakatan tersebut lahir dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, didampingi Provincial Government & Local Stakeholder Relation Manager bp Indonesia, Habel Tanati, di Aula Diklat Pemerintah Kabupaten Fakfak, Selasa (7/7/2026).
Rapat dihadiri Raja Petuanan Arguni Hanafi Paus Paus, Raja Petuanan Pikpik Sekar, perwakilan Raja Petuanan Wertuar, Raja Fatagar, para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa doa syukuran akan dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Kampung Arguni sebagai wilayah petuanan adat dan di Rumah Jabatan Bupati Fakfak sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah terhadap pelaksanaan proyek strategis tersebut.
Pelaksanaan doa syukuran di Kampung Arguni akan dikoordinasikan langsung oleh Raja Arguni, sementara kegiatan di Fakfak akan dipimpin dan dimonitor Pemerintah Kabupaten Fakfak. Jadwal pelaksanaan di Arguni masih menunggu undangan resmi dari Raja Petuanan Arguni, kemudian akan dilanjutkan dengan doa syukuran tingkat kabupaten.
Bupati Fakfak Samaun Dahlan menegaskan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya memberikan dukungan terhadap rencana pemasangan Jacket lepas pantai di lokasi UBA dan UBB. Namun, dukungan tersebut harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat sebagai pemilik wilayah ulayat.
“Pada intinya kita menggelar doa syukuran di Kampung Arguni dan juga di Fakfak. Untuk syukuran di Kampung Arguni dikoordinir langsung oleh Bapak Raja Arguni, sedangkan syukuran secara keseluruhan juga akan dilaksanakan di Fakfak,” ujar Bupati.
Pemasangan Jacket tersebut dijadwalkan dimulai pada 11 Juli 2026. Struktur baja raksasa yang diproduksi di Saipem Karimun Yard itu telah diberangkatkan menuju Fakfak sejak Mei 2026 melalui jalur laut dengan menempuh perjalanan sekitar 5.800 kilometer dan diperkirakan tiba pada awal Juli.
Di sisi lain, para Raja Petuanan Arguni, Wertuar, Pikpik Sekar, bersama para pemangku adat lainnya menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa keberadaan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adat di Kabupaten Fakfak.
Dalam forum tersebut, para tokoh adat meminta bp Indonesia untuk terus mengedepankan prinsip keterbukaan informasi terkait perkembangan proyek. Selain itu, perusahaan juga diharapkan memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan hak-hak masyarakat adat, khususnya melalui peningkatan kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal, pelaksanaan program pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta program tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan.
Harapan tersebut menjadi bagian penting dari komitmen bersama agar proyek strategis nasional tidak hanya membawa manfaat bagi sektor energi, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat adat sebagai mitra utama pembangunan di Tanah Mbaham.
“Pembangunan yang berkelanjutan bukan hanya diukur dari megahnya investasi yang dibangun, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat serta seberapa kuat penghormatan terhadap adat, budaya, dan hak-hak warga yang hidup di atas tanahnya.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
