Fasilitator Yayasan Pengembangan Pelatihan untuk Perubahan Sosial di Tanah Papua (YP3SP), Ester Linda Marleen (FOTO :Aufrida Marisan )
NUMFOR, PinFunPapua.com – Fasilitator Yayasan Pengembangan Pelatihan untuk Perubahan Sosial di Tanah Papua (YP3SP), Ester Linda Marleen, mengatakan bahwa hasil yang ingin dicapai dalam Lokakarya II di Kampung Wansra pada dasarnya masih sejalan dengan tujuan lokakarya pertama, yaitu membangun kesadaran masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri.
Menurut Ester, lokakarya pertama lebih menitikberatkan pada proses membangun kesadaran komunitas, sedangkan lokakarya kedua berfokus pada penentuan langkah nyata yang akan dilakukan masyarakat berdasarkan kesadaran tersebut.
“Hasil yang ingin dicapai dalam Lokakarya II sebenarnya masih sama seperti lokakarya pertama, yakni membangun kesadaran komunitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Pada lokakarya kedua ini, masyarakat bersama-sama menentukan cara yang akan ditempuh untuk mewujudkan tujuan tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui berbagai proses refleksi selama tiga hari, masyarakat Kampung Wansra akhirnya menyepakati pembentukan kelompok kerja sebagai wadah untuk mengembangkan potensi lokal melalui produksi berbagai hasil yang berasal dari kampung mereka sendiri.
Menurut Ester, keputusan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyadari potensi yang dimiliki serta memiliki komitmen untuk mengembangkannya menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Menanggapi harapan masyarakat agar YP3SP terus mendampingi kelompok yang telah dibentuk, Ester menjelaskan bahwa istilah yang lebih tepat bukanlah “mendampingi”, melainkan “bekerja bersama”.
“YP3SP akan terus bekerja bersama komunitas Wansra, sebagaimana juga dengan komunitas-komunitas lain di Tanah Papua yang memiliki kemauan untuk belajar dan bertumbuh. Kami tidak hanya bekerja bersama masyarakat Wansra, tetapi dengan setiap komunitas yang bersedia membangun perubahan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa apabila masyarakat membutuhkan peningkatan kapasitas atau keterampilan tertentu, YP3SP akan berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan berbagai pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Peran kami adalah memfasilitasi proses-proses penguatan kapasitas. Ketika komunitas membutuhkan peningkatan keterampilan, kami akan membantu menghadirkan pelatihan yang diperlukan agar mereka mampu mengembangkan potensi yang dimiliki,” jelasnya.
Ester menegaskan bahwa mandat YP3SP adalah bekerja bersama masyarakat di seluruh Tanah Papua. Oleh karena itu, YP3SP akan terus membangun kerja sama dengan komunitas-komunitas yang memiliki semangat untuk berkembang dan mandiri.
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat Kampung Wansra mampu menghidupi diri mereka sendiri melalui pemanfaatan sumber daya yang dimiliki tanpa bergantung kepada pihak lain.
“Harapan besar kami adalah suatu saat nanti masyarakat Wansra dapat berdiri dengan percaya diri dan mengatakan bahwa semua yang mereka capai merupakan hasil kerja keras mereka sendiri. Itulah tujuan utama dari proses pemberdayaan yang sedang dibangun bersama,” tutup Ester. (red)
